SuaraJatim.id - Beralasan demi menyenangkan hati warga yang memenuhi area Balai Kota Surabaya, Wakil Wali Kota (Wawali) Wisnu Sakti Buana, ternyata tak mengindahkan imbauan dari Wali Kota Tri Rismaharini soal kembang api.
Wawali Wisnu tetap menyalakan kembang api, di depan rumah dinasnya di Jalan Wali Kota Mustajab Surabaya.
"Ya memang tradisi tiap tahun, warga juga seneng menyalakan kembang api, setiap pergantian tahun ini, terus buat warga Surabaya tetap rukun dan memperkuat persatuan, terus kita bersama-sama membangun Surabaya menjadi lebih baik lagi," ujar Wisnu.
Ia mengungkapkan, saat malam tahun baru, dirinya menyalakan kembang api sebanyak empat kardus ukuran besar.
"Tadi ada empat boks besar, tahun sebelumnya ya sama aja, cuma ini lebih besar," katanya.
Selain itu, warga yang datang di Balai Kota Surabaya, mengaku senang dengan adanya penyalaan kembang api yang dilakukan Wawali Wisnu. Seperti warga Sido Kapasan 1 Surabaya, Samsul Anwar, yang sengaja keliling Kota Pahlawan, melihat gegap gempita malam pergantian tahun.
"Ya sengaja keliling, untuk melihat kemeriahan tahun baru, sengaja datang, jalan-jalan dan terjebak macet, kok ternyata ada yang menyalakan kembang api tahun baru, alhamdulillah meriah senang," katanya.
Namun Samsul tak mengetahui jika yang menyalakan kembang api adalah Wawali Wisnu.
"Enggak tau siapa," katanya.
Baca Juga: Selesai Pesta Tahun Baru, Wali Kota Risma Jamin Surabaya Kembali Bersih
Tidak hanya warga Surabaya, Nanang (57), yang mengaku warga Kabupaten Lumajang ini, sangat menikmati pesta kembang api di depan balai kota.
"Liburan ke Surabaya, anaknya kuliah di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, sengaja di balai kota lihat kemeriahan tahun baru, ternyata ada kembang api. Bagus ternyata," ujar dia.
Sebelumnya, Wali Kota Risma melarang konvoi dari luar kota masuk ke Surabaya. Bahkan ia juga mengimbau warga untuk tidak bermain petasan dan kembang api karena berbahaya.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Tag
Berita Terkait
-
Selesai Pesta Tahun Baru, Wali Kota Risma Jamin Surabaya Kembali Bersih
-
Mau Dieksekusi Mati, Pembantai Satu Keluarga Tahun 1995 Alami Gangguan Jiwa
-
Berbenah, Persebaya Surabaya Lepas Sembilan Pemain
-
Malam Tahun Baru, Konvoi Dari Luar Daerah Dilarang Masuk Kota Surabaya
-
Respons Pengesahan UU Pesantren, PPP Kota Surabaya Usul Perda Ponpes
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Nahdliyin Muda Serukan 7 Tuntutan, Diadang Banser di Muktamar NU
-
Muktamar NU Diwarnai Ketegangan, Massa Nahdliyin Muda Sampaikan Tuntutan
-
Ketua Umum PBNU dan Rais Aam Dilarang Rangkap Jabatan
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35