Bangun Santoso
Rabu, 01 Januari 2020 | 07:48 WIB
Suasana tahun baru di depan Balai Kota Surabaya. (Suara.com/Dimas Angga P)

SuaraJatim.id - Beralasan demi menyenangkan hati warga yang memenuhi area Balai Kota Surabaya, Wakil Wali Kota (Wawali) Wisnu Sakti Buana, ternyata tak mengindahkan imbauan dari Wali Kota Tri Rismaharini soal kembang api.

Wawali Wisnu tetap menyalakan kembang api, di depan rumah dinasnya di Jalan Wali Kota Mustajab Surabaya.

"Ya memang tradisi tiap tahun, warga juga seneng menyalakan kembang api, setiap pergantian tahun ini, terus buat warga Surabaya tetap rukun dan memperkuat persatuan, terus kita bersama-sama membangun Surabaya menjadi lebih baik lagi," ujar Wisnu.

Ia mengungkapkan, saat malam tahun baru, dirinya menyalakan kembang api sebanyak empat kardus ukuran besar.

"Tadi ada empat boks besar, tahun sebelumnya ya sama aja, cuma ini lebih besar," katanya.

Selain itu, warga yang datang di Balai Kota Surabaya, mengaku senang dengan adanya penyalaan kembang api yang dilakukan Wawali Wisnu. Seperti warga Sido Kapasan 1 Surabaya, Samsul Anwar, yang sengaja keliling Kota Pahlawan, melihat gegap gempita malam pergantian tahun.

"Ya sengaja keliling, untuk melihat kemeriahan tahun baru, sengaja datang, jalan-jalan dan terjebak macet, kok ternyata ada yang menyalakan kembang api tahun baru, alhamdulillah meriah senang," katanya.

Namun Samsul tak mengetahui jika yang menyalakan kembang api adalah Wawali Wisnu.

"Enggak tau siapa," katanya.

Baca Juga: Selesai Pesta Tahun Baru, Wali Kota Risma Jamin Surabaya Kembali Bersih

Tidak hanya warga Surabaya, Nanang (57), yang mengaku warga Kabupaten Lumajang ini, sangat menikmati pesta kembang api di depan balai kota.

"Liburan ke Surabaya, anaknya kuliah di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, sengaja di balai kota lihat kemeriahan tahun baru, ternyata ada kembang api. Bagus ternyata," ujar dia.

Sebelumnya, Wali Kota Risma melarang konvoi dari luar kota masuk ke Surabaya. Bahkan ia juga mengimbau warga untuk tidak bermain petasan dan kembang api karena berbahaya.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Load More