SuaraJatim.id - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan Ari Haryo Wibowo Harjojudanto (AHS) alias Ari Sigit bukan member MeMiles. Meski begitu, Ari Sigit mendapat aliran dana dari PT Kam And Kam yang menaungi MeMiles.
Luki memastikan, yang menjadi member hanyalah istri Ari Sigit, yakni Frederica Fransisca Cellebaut alias FFC.
"Inilah yang kami tangani (dan dalami), berapa aliran dana yang diterima dan sebagai apa (AHS). Namun, di dalam (MeMiles) ini tidak ada sebagai member, tidak top up, tapi ada aliran dana masuk," ujar Luki pada Rabu (22/1/2020).
Selain istri Ari Sigit, keluarga Cendana lainnya yakni, Ilsye A Ratnawati (IAR) juga bergabung sebagai anggota MeMiles.
"Kalau istrinya (FFC) memang top up dan member," katanya.
Selain uang, ada dua mobil mewah yang diterima tiga anggota keluarga Cendana itu dari MeMiles. Hadiah tersebut, kini sudah dalam penguasaan penyidik untuk disita sebagai barang bukti.
Diketahui, Penyidik Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim telah menyita dua mobil mewah milik Ari Sigit yang memiliki nama lengkap Ari Haryo Wibowo Harjojudanto (AHS) beserta istrinya yang didapat dari MeMiles.
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan, dua mobil milik AHS dan istrinya akan ditarik ke Surabaya hari ini untuk dijadikam barang bukti.
"Tadi malam sudah meluncur dua kendaraan mewah milik AHS dan istrinya. Diperkirakan jam 12 ini sampai di Polda (Polda Jatim)," terang Luki Hermawan, Rabu (22/1/2020).
Baca Juga: Dua Mobil Mewah Milik Ari Sigit dari MeMiles Disita Polda Jatim
Selain menyita dua unit mobil mewah milik keluarga Cendana, lanjut Luki, penyidik Indagsi juga kembali menarik uang Rp 4,1 miliar dari PT Kam And Kam dan Rp 2,1 miliar dari tersangka W.
"Kita juga kembali menyita uang Rp 4,1 miliar dari tiga rekening induk berbeda milik PT Kam And Kam juga tersangka W Rp 2,1 miliar," kata Luki.
Luki mengatakan, penarikan barang bukti yang dilakukan penyidik adalah bagian dari penyelamatan aset para member. Dengan kembali ditariknya uang Rp 6,2 miliar, total barang bukti uang yang diselamatkan sudah Rp 128,4 miliar.
"Yang di awal Rp 122 miliar, sekarang totalnya Rp 128,4. Ini Insyaallah bertambah terus. Karena tim kami menyebar menelusuri para orang-orang yang terkait yang sedang kami dalami di dalam digital fotensik. Sumber banyak," katanya.
Kontributor : Achmad Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Angin Kencang Terjang Bondowoso, 4 Rumah Rusak dan Kerugian Capai Rp25 Juta
-
Tinggalkan Hotel Demi Jemput Istri Sah, Motif Cemburu di Balik Jagal Ibu dan Balita di Madiun
-
Buyback BRI Berlanjut, Aset Tumbuh 11,7% pada Semester I 2026
-
Perselisihan di Hotel Diduga Jadi Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
-
Terkam CCTV! Perawat Puskesmas Kwanyar Laporkan Kades ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan