SuaraJatim.id - Seorang duda Nuryani berusia 36 tahun menikahi nenek dengan 8 cicit bernama Yatemi yang berusia 71 tahun. Yani menikahi Yatemi dengan modal mahar Rp 100 ribu.
Mereka melangsungkan ijab kabul dengan keluarga Yatemi pada 11 Juni lalu.
"Alasannya satu, dia (Yatemi) itu sayang, (memberi) cinta dan kasih sayang. Saya juga sudah melihat sifat kelakuanya, (cocok) untuk meneruskan kehidupan ini," sebut Yani.
Mereka warga Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Penikahan mereka sempat dibuat heboh. Saat berlangsung prosesi ijab kabul di dusun tersebut pada Kamis (11/6/2020), tetiba sejumlah pejabat dan aparat kepolisian datang.
Awalnya warga mengira kedatangan pejabat seperti Camat dan Kapolsek Ngetos serta Kepala Desa Kepel itu untuk membubarkan prosesi ijab kabul pasangan Nuryani-Yatemi. Sebab acara itu berlangsung di masa pandemi.
Namun dugaan warga dan kedua mempelai keliru. Kedatangan para pejabat itu tak lain untuk menyaksikan prosesi ijab kabul sepasang kekasih yang terpaut usia cukup jauh, Nuryani 36 tahun dan Yatemi 71 tahun.
"Saya pas ijab kabul itu didata (aparat). Saya kaget banyak polisi, padahal saya nggak ngundang sama sekali," jelas Nuryani saat ditemui suarajatim.id di kediamannya, di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kamis (25/6/2020).
Baik Nuryani dan Yatemi tak tahu siapa yang mengundang para pejabat teras Kecamatan Ngetos tersebut. Berdasarkan informasi yang mereka peroleh, para pejabat itu datang karena mendapat laporan dari KUA Ngetos.
Kedatangan para pejabat itu tak pelak menarik perhatian warga. Mulanya prosesi ijab kabul yang hanya dihadiri puluhan orang, lalu membeludak menjadi ratusan. Nuryani memperkirakan ada sekitar 200 orang yang hadir.
Baca Juga: Nenek 71 Tahun yang Dinikahi Duda Muda Ternyata Ortu Juragan Bakso
"Tanggapan para pejabat malah positif. Pak Camat (Ngetos), Ibu Lurah (Kepel), dan Pak Polisi senang sekali. Katanya pernikahan ini perlu ditiru, jangan melangsungkan pernikahan di bawah umur," lanjutnya.
Menurut Nuryani, pernikahan dini memang masih menjadi persoalan pelik di Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk. Tak jarang anak seumuran sekolah menengah pertama (SMP) sudah melangsungkan pernikahan.
"Makanya dari Pak Camat, Pak Kapolsek (bilang) ya pernikahan seperti ini diperlukan, perlu dikembangkan pernikahan yang begini. (Pernikahan) jangan hanya dibuat main-main," tutur Nuryani.
Karena berlangsung di masa pandemi Covid-19, prosesi ijab kabul Nuryani-Yatemi dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Seperti membatasi jarak antarwarga yang menghadiri prosesi.
"Kami mengikuti arahan (aparat), arahannya jarak (tamu) dibatasi satu meter. Kalau salaman antar temanten (pengantin) silakan, karena juga kewajiban pernikahan," katanya.
Prosesi ijab kabul Nuryani-Yatemi yang dihadiri para pejabat Kecamatan Ngetos ini akhirnya viral di media sosial (medsos). Kabar pernikahan mereka salah satunya viral di Grup Facebook INFO WONG NGANJUK.
Berita Terkait
-
Terdampak Kemarau, Waduk Perning Nganjuk Mengering
-
Pantas Harganya Mahal, Perkedel Isinya Dicampur 100 Pil Narkoba
-
Sejarah Motor Honda CB, Punya Komunitas Loyal yang Sempat Bikin Geger Nganjuk
-
Potret Irenne Ghea, Pedangdut Viral Karena Insiden Pengeroyokan Mobil di Nganjuk
-
Berapa Harga Motor CB? Acara Komunitasnya di Nganjuk Bikin Rugi Mini Market hingga Rusak Mobil Artis
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Main Borgol Berujung Apes, Tangan Remaja di Bondowoso Terkunci hingga Dievakuasi Damkar!
-
Tawuran Sahur Patrol di Gresik Berujung Pembacokan, Dua Pemuda Luka Parah
-
Longsor Putus Jalur Utama PacitanPonorogo, Lalu Lintas Kini Buka Tutup
-
Jadwal Buka Puasa Kota Blitar Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026
-
Jadwal Imsak Blitar Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026