Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Senin, 14 September 2020 | 12:57 WIB
Pasangan Ridwan-Mudawamah dan rombongan saat mendatangi Kantor KPU untuk mendaftarkan diri sebagai bacabup dan bacawabup Kediri, Minggu (13/9/2020). Namun pasangan ini gagal mendaftar. (Foto: Usman Hadi)

Menurut Anwar, sebelum ini liaison officer (LO) pasangan Ridwan-Mudawamah sudah berkomuniasi intens dengan pihak KPU Kabupaten Kediri. Melalui LO tersebut, baik Ridwan dan Mudawamah juga sudah melengkapi beberapa dokumen persyaratan.

"Kemudian kami selalu komunikasi dengan LO, beberapa update info saya sampaikan. Bahkan di detik-detik akhir pun terus saya pantau berkaitan dengan hal-hal yang harus dipenuhi ketika kehadirannya di waktu penghujung (pendaftaran)," katanya.

Adapun Anwar tak mengetahui parpol mana yang recananya mengusung pasangan Ridwan-Mudawamah. Sementara berdasarkan informasi yang diterima SuaraJatim.id, ada dua parpol di Kediri yang diisukan bakal bermanuver mencalonkan pasangan ini.

"Jadi karena memang kami belum mendapatkan atau belum melihat syarat pencalonannya, baik B1-nya itu belum kami terima. Oleh karena itu kami belum bisa menyampaikan sebenarnya parpol apa yang mau mengusung (Ridwan-Mudawamah)," ujarnya.

Baca Juga: Murka Neymar Disebut 'Monyet' Warnai Hujan Kartu Merah PSG Vs Marseille

Dengan gagalnya pendaftaran Ridwan-Mudawamah, praktis kini pasangan Dhito-Dewi Maria Ulfa tak memiliki lawan di Pilkada Kebupaten Kediri 2020. Kemungkinan besar pasangan Dhito-Dewi bakal melawan kotak atau bumbung kosong.

Sebagai informasi, Dhito merupakan putra Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung. Sedangkan Dewi adalah Ketua PC Fatayat Kabupaten Kediri. Pasangan Dhito-Dewi diusung oleh seluruh parpol pemilik kursi di DPRD Kabupaten Kediri.

Kontributor : Usman Hadi

Load More