SuaraJatim.id - Satpol PP Kabupaten Nganjuk bersama aparat kepolisian setempat kembali menggelar operasi yustisi untuk menegakkan protokol kesehatan. Operasi berlangsung di Jalan Dermojoyo Nganjuk.
Dalam operasi yustisi ini, aparat menjaring sebelas warga yang melanggar protokol kesehatan Covid-19. Kesebelas warga tersebut tidak mengenakan masker saat berkegiatan di luar rumah.
Dalam kegiatan yang berlangsung siang hari ini, aparat memberikan sejumlah opsi sanksi yang bisa dipilih pelanggar. Seperti menyapu halaman PN Nganjuk di Jalan Dermojoyo atau menyanyi.
Nah, pelanggar dari kalangan emak-emak mayoritas memilih sanksi menyanyi. Adapun lagu yang harus dinyanyikan ialah lagu kebangsaan, tidak boleh lagu lain macam pop maupun dangdut.
Namun kejadian unik terjadi. Seorang pelanggar, Hartini, sempat menego aparat. Berdalih tak hafal lagu kebangsaan, Ia ingin menggantinya dengan lagu campursari. Tentu permintaan itu ditolak.
"Saya tidak hafal lagu kebangsaan. Tadi minta menyayi lagu campursari saja, tapi tidak boleh sama petugas," kata Hartini kepada wartawan usai terjaring razia operasi yustisi, Rabu (16/9/2020).
Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Nganjuk, Sujito menuturkan, razia ini merupakan kegiatan ketiga kalinya yang digelar aparat. Operasi ini untuk penegakan inpres No 06 tahun 2020.
Untuk hari ini, lanjut Sujito, operasi yustisi difokuskan di Jalan Dermojoyo tepatnya di depan Kantor PN Nganjuk. Pelanggar protokol kesehatan diberi pilihan sanksi mulai dari menyapu hingga menyanyi.
"Razia ini sudah dilaksanakan petugas gabungan. Selama tiga hari setidaknya sudah ada 42 orang yang terjaring razia. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan hingga beberapa hari ke depan," ujarnya.
Baca Juga: Hakim PN Surabaya dan Istrinya Meninggal Sama-Sama Karena Covid-19
Kontributor : Usman Hadi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT