Berikutnya kerja serabutan, pernah jadi sopir panggilan dan guide turis asing di Surabaya. Ada kalanya pria paruh baya ini juga jualan buah-buahan. Terakhir jualan bubur kacang hijau sampai sekarang.
Menurut dia, translator tak bisa jadi kerjaan utama. Alasannya bukanlah jenis pekerjaan jangka panjang. Karena itu bila ia mendapatkan tawaran pekerjaan serupa belum tentu akan diterima. Faiz kini lebih enjoy dagang bubur kacang hijau.
Namun di era pandemi Covid-19 ini, jualan bubur juga terkena imbasnya. Bahkan ia mengakui sempat mau bangkrut karena pembeli sepi. Tapi berkat video viral-nya berbahasa Jepang, lapak jualanya kembali ramai.
Sebelum videonya viral, dengan modal dagangan Rp100 ribu, Faiz biasanya membawa pulang keuntungan Rp 35 sampai 60 ribu. Itu kadang jualan sampai malam. Setelah viral pendapatannya lebih dari itu.
"Alhamdulillah, (kalau bubur) banyak sisanya saya kasih ke orang-orang. Saya tidak mau menjual barang yang udah nginep. Karena rasanya lain. Jangan sampai menipu costumer," ujarnya.
Selain itu, sebelum viral Ia juga merasa disepelekan orang sebab kekasihnya berbahasa asing. Tapi Faiz merasa bodoh amat. Pandangan orang-orang itu berubah ketika videonya tersebar dan dikenal banyak orang.
"Orang Indonesia kan mesti memandang dengan sebelah mata, tidak peduli dengan orang-orang seperti saya, disepelekan. Karena viral saya bisa berbahasa Inggris, berbeda kemudian pandangannya," katanya.
"Buat saya pribadi kalau dikatakan sok-sokan bahasa Inggris, saya tidak peduli. Kalau kamu tidak bekerja keras maka kamu akan jatuh jadi begitu, cuek bebek aja lah," ujarnya.
Kontributor : Arry Saputra
Baca Juga: Detik-detik Polisi Bubarkan Pidato Gatot Nurmantyo di Acara KAMI
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Holding Statement Pegadaian Soal Ketersediaan dan Cetak Emas Fisik
-
Menteri PKP Apresiasi BRI Atas Peran Strategis Fasilitasi KPR Subsidi
-
Update Dampak Gempa Pacitan: 15 Warga Bantul Luka-luka, Belasan Bangunan Rusak
-
Target Percepatan Elektrifikasi 100 Persen, Gubernur Khofifah Pasang Listrik Gratis untuk 3.400 RTM
-
Gempa M 6,2 Guncang Pacitan: Satu Warga Meninggal Dunia Pasca Evakuasi, Bangunan Rusak Didata