SuaraJatim.id - Belasan pemuda di Surabaya peringati Hari Pahlawan 10 November dengan menggelar aksi di depan Rumah Radio Bung Tomo yang berada di Jalan Mawar Surabaya menjelang pergantian hari.
Mereka yang tergabung dalam Komunitas Wong Surboyo menggelar aksi dengan menyalakan lilin secara bersamaan. Lilin-lilin itu sebagai tanda keprihatinan pada generasi milenial atas nasib Radio Bung Tomo.
"Di belakang kita ini bangunan cagar budaya, rumah Radio Bung Tomo. Kalau tidak ada ini pasti tidak ada kemerdekaan di Surabaya. Tapi sekarang nasibnya hancur,” kata salah satu pemuda peserta aksi saat berorasi.
Saat orasi, mereka menyinggung Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Nama Eri disebut-sebut menjadi dalang atau penyebab dirubuhkannya bangunan lantaran saat itu ia menjabat sebagai Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Surabaya.
“Rumah di belakang ini merupakan tempat yang paling bersejarah di Surabaya. Tempat seperti ini wajib dilindungi oleh pemerintah. Namun nyatanya saat 2016 bangunan rumah ini diratakan dan kita tahu Dinas Cipta Karya Tata Ruang Pemkot Surabaya saat itu dikepalai Pak Eri Cahyadi," ucapnya.
Ia pun mempertanyakan kelayakan Eri sebagai calon wali kota. "Apakah layak calon wali kota seperti ini maju dalam pemilihan Wali Kota Surabaya? Biar masyarakat yang menilai,” katanya.
Usai menyampaikan orasi, komunitas ini berbaris membentuk huruf U melakukan doa bersama. Aksi pun ditutup dengan menyanyikan lagu nasional Indonesia Raya.
Koordinator Wong Suroboyo, Unang Setia, menjelaskan selain untuk memperingati Hari Pahlawan, aksi ini juga sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah. Menurutnya, meski saat ini Rumah Radio Bung Tomo telah dibangun dengan bangunan baru, namun bangunan baru tersebut sudah tidak lagi memiliki nilai sejarah.
“Bangunan baru sudah tidak ada lagi nilai sejarahnya, itu yang kita kritik. Apalagi orang yang merobohkan bangunan bersejarah ini adalah orang yang akan memimpin di Surabaya. Itu yang tidak kita setujui,” tegas Unang.
Baca Juga: Mesin 8 Parpol Pendukung Machfud-Mujiaman Belum Optimal Keroyok PDIP
Ia menilai bahwa Eri Cahyadi menjadi salah satu orang yang bertanggungjawab atas hilangnya nilai sejarah Rumah Radio Bung Tomo.
"Dulu sebagai Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang. Kita tidak setuju jika Pak Eri menjadi Walikota,” ujarnya.
Kontributor : Arry Saputra
Berita Terkait
-
Mesin 8 Parpol Pendukung Machfud-Mujiaman Belum Optimal Keroyok PDIP
-
Relawan Pindah Haluan, Awi: Faktanya 3 Kali PDIP Menang Pilkada Surabaya
-
Sakit Hati, Relawan PDIP Pendukung Whisnu Sakti Dukung MAJU Musuhi Er-Ji
-
Pascadebat Publik, PDIP Sebut Hasil Survei Dukungan untuk Eri-Armuji Naik
-
Polemik Hasil Survei di Pilwali Surabaya, Akademisi: Harus Kita Hormati
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Kapolres Bojonegoro: 11 Kasus Narkoba Berhasil Diungkap dalam Dua Bulan Terakhir
-
Kronologi Penemuan Granat Nanas di Lemari Warga Jember, Berawal dari Kiriman Orang Tua
-
Trans Jatim Gratis Saat Lebaran 2026, Warga Bisa Silaturahmi Nyaman Tanpa Biaya
-
Mudik Lebaran 2026: BRI Operasikan Posko Lebaran 2026 dan 238 Armada Bus Gratis
-
Gubernur Khofifah Beri Kado Spesial Lebaran 1447 H, Layanan Trans Jatim Gratis Bagi Masyarakat