Secara struktur bangunan Bunker Tegalsari dan bunker-bunker lain di Surabaya berbeda. Jika Bunker Tegalsari bangunan atapnya segi delapan, bunker lainnya belum tentu sama.
"Berbeda, jadi gaya arsitekturnya menyesuaikan bangunan induknya seperti di Tegalsari. Sedangkan yang lainnya tidak. Kalau di rumah di dinas wali kota itu segi empat. Kalau yang di komplek veteran di Jalan Rajawali itu malah tanpa sudut, seperti melengkung-melengkung," ujar Kuncar.
Sementara itu, Kabid Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Surabaya, Iman Krestian, jika restorasi yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya sudah dilakukan sejak tahun kemarin.
"Itu bertahap sih, mulai tahun lalu. Penyelesaiannya pelan-pelan. Target selesai sih sebelum HUT Surabaya, Mei ke depan ini. Untuk biaya Tahun lalu Rp 200 juta, tahun ini sekitar Rp 400 juta," ujarnya.
Menurut Iman, ada sebanyak 2 bangunan. Menariknya lagi, satu bangunan ditengarai pernah ada lorong yang tembus dengan bangunan lainnya.
"Satu, yang bawah itu semacam kanal. semacam lorong, kabarnya begitu. Tapi enggak tahu benar tidaknya. Harus digali dulu, tapi menggalinya belum tahap ini kayaknya," katanya.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
-
Ini Masjid Peneleh Surabaya, Saksi Perjalanan Bangsa, Lebih Tua dari Ampel?
-
Resmi Jadi Ayah, Ini Cerita Satria Tama Dampingi Persalinan Istri
-
Asik Selingkuh di Hotel, Oknum Satpol PP Kota Surabaya Digerebek Istri
-
Jadwal Imsyakiyah Surabaya, 5 Ramadan, 17 April 2021
-
Raja Dangdut Rhoma Irama Keok, Gugatan Rp 1 Miliar Ditolak PN Surabaya
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Hadir untuk Korban Gempa NTT, Bangun Posko Logistik BRI Peduli
-
Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup
-
Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta di Singapura, Tiga Calon PMI Diduga Ditampung Dua Bulan di Bondowoso
-
Kasus Tambang Ilegal Tuban Meluas, Dua Nama Dilaporkan ke Polisi
-
Tragedi Berdarah di Pademawu: Siswi SD Tewas Di Tangan Ibu Kandungnya