SuaraJatim.id - Polisi trenggalek menetapkan TG warga Ponorogo pelaku pembunuhan tukang becak Mbah Tukiran (TKR) di Trenggalek Jawa Timur sebagai tersangka.
TG tega membacok TKR warga Trengggalek menggunakan sajam arit mengakibatkan TKR meninggal dunia di tempat. Atas kejadian itu, TG diancam pasal 338 KUHP untuk kasus pembunuhannya.
Pelaku juga dikenakan UU Darurat 1951 karena setiap hari membawa senjata tajam di becaknya di kawasan itu. Demikian disampaikan KBO Satreskrim Polres Trenggalek Ipda Krisna Dwijawa.
"Petugas telah melakukan gelar perkara penyidikan atas kasus tersebut, bahkan juga telah memeriksa saksi," katanya, dikutip dari suaraindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Senin (5/7/2021).
Lanjut Ipda Krisna, selain tersangka pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi untuk dimintai keterangan.
Hasil dari pemeriksaan, pelaku TG atau Teguh alias Gendon (58) kelahiran Palembang, tempat tinggal Desa Tempuran, Kecamatan Sawo, Kabupaten Ponorogo telah di tetapkan menjadi tersangka kasus pembunuhan terhadap TKR warga Trenggalek.
"Tersangka dikenakan pasal pasal 338 KUHP tentang kasus pembunuhan dan UU Darurat 1951 karena dia membawa senjata tajam ke mana-mana itu,” tuturnya.
Disampaikan Ipda Krisna, bedasarkan hasil penyidikan peristiwa pembunuhan itu berawal pada 1 Juli 2021 sekitar pukul 09.00 Wib tersangka serta saksi datang atau mangkal duluan di lokasi kejadian.
Kemudian, korban datang dan menabrak-nabrakan becaknya ke becak milik tersangka dan saksi, dengan maksut untuk menyuruh pergi dan tidak boleh mangkal di situ.
Baca Juga: Gara-gara Batuk, Bapak di Jember Ini Tewas Lehernya Digorok Tetangga
Korban pada saat itu, juga mengancam-ngancam tersangka dan saksi menggunakan gunting yang di pegangnya. Selanjutnya saksi pergi meninggalkan korban dan pelaku.
Pada saat saksi pergi, percecokan antara korban dan tersangka terus terjadi. Dan korban terus mengancam tersangka jika tidak pergi dari situ akan dibunuh menggunakan gunting.
Karena merasa tersinggung dan emosi, tersangka langsung mengambil arit (sabit) yang di taruh di becaknya dan di ayunkan atau dibacokkan ke korban.
Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bacok di bagian jempol tangan sebelah kanan dan leher sebelah kiri. Hingga akhirnya korban meninggal dunia.
"Jadi peristiwa pembunuhan itu terjadi diduga dipicu rebutan tempat mangkal. Karena profesi mereka sama yakni tukang becak," katanya.
Bahkan diimbuhkan Ipda Krisna, dari hasil pemeriksaan alasan tersangka selalu membawa sabit yang biasa ditaruh di jok belakang becak, sesuai pengakuannya karena setiap hari tersangka mencarikan pakan ternak.
Berita Terkait
-
Gara-gara Batuk, Bapak di Jember Ini Tewas Lehernya Digorok Tetangga
-
Duka Warganet! Tragedi Uang Sedekah Mbah Tukiran, Tukang Becak Dibacok Rekannya
-
Uang Sedekah Membawa Petaka, Tukang Becak di Trenggalek Dibacok Rekannya
-
Mau Nikah Lagi, Ahmad Imam Masjid Tewas Kelaminnya Dipotong Istri Kedua
-
Bukan Polisi, Sopir Pajero Aniaya Sopir Kontainer Kabur ke Jatim Usai Aksinya Viral
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim
-
Polda Jatim Siagakan Posko DVI, 20 Personel Disiapkan untuk Penanganan KM Virgo Transport 8
-
Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Lereng Gunung Lawu, Api Terlihat di Titik Ini
-
Tragedi KM Virgo Transport 8, Satu Keluarga Asal Kediri Turut Menjadi Korban
-
Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir