SuaraJatim.id - Update perkembangan kasus Covid-19 di Madura datang dari Kaupaten Sumenep. Terbaru, gedung DPRD kabupaten setempat bakal dilockdown.
Kabar ini beredar menyusul dua staf kantor dewan di Sumenep itu positif terpapar Civid-19. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir.
Hamid Ali Muni menjelaskan, dengan adanya dua Staff yang terinfeksi tersebut, pihaknya melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah anggota yang lain.
Hasil dari rapat tersebut memutuskan kalau gedung DPRD Sumenep sepakat untuk di sterilisasi. Atau dengan kata lain di Lockdown.
"Dua orang staff fraksi yang terinfeksi sudah ditangani, keduanya sudah diisolasi," katanya dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com, Selasa (06/07/2021).
Lockdown di gedung DPRD itu dilaksanakan mulai besok tanggal 7 Juli dan akan berlangsung selama batas waktu penerapan PPKM darurat, yakni hingga 20 Juli mendatang.
Keputusan tersebut diambil sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM se Jawa-Bali.
"Apalagi saat ini banyak informasi orang sakit dan meninggal dunia. Harapan kami, masyarakat tetap mematuhi Prokes," katanya menegaskan.
Baca Juga: Kiainya Dibilang Sesat di Facebook, Alumni Santri Ponpes Sumenep Lapor Polisi
Berita Terkait
-
Kiainya Dibilang Sesat di Facebook, Alumni Santri Ponpes Sumenep Lapor Polisi
-
Uang Arisan Raib, Penjual Bubur di Sumenep Teriak Histeris: Saya Kemalingan..!
-
Pandemi Covid, Harga Cabai Rawit di Sumenep Madura Melejit
-
Buat Pengendara di Sumenep yang Tak Mau Swab, Kapolres Tegas: Pulangkan Saja!
-
1 Pemotor Tewas Setelah Tabrakan dengan Dump Truk Muat Bata di Sumenep
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Fajar Emas Kembali Menyapa: Bromo Resmi Dibuka Besok Setelah 13 Hari Melawan Api
-
Skandal di Balai Desa: Hanya Pakai Sarung Saat Digerebek, Oknum Kasun di Gresik Didenda Rp20 Juta
-
Detik-Detik Mobil SPPG Magetan Terguling Usai Hantam Tiang Wi-Fi
-
3 Alasan Skin Mobile Legends Terbaru Wajib Dibeli dari GoPay Games Sekarang
-
Dua Jam Lawan Kebakaran, Damkar Padamkan Api yang Hanguskan Rumah Warga Jombang