Hal sama juga diutarakan salah satu siswi kelas 6 SD Negeri 1 Airlangga Natalia Wahyu Putri. Ia mengaku senang bisa menjadi bagian dalam membantu Kota Surabaya. Ia menceritakan, orang tuanya pernah terpapar COVID-19 pada tahun 2020.
Oleh sebab itu, ia pun secara sadar ingin membantu teman-temannya yang sedang mengalami kesulitan. Itu semua karena kemauan sendiri dan tidak ada paksaan.
Difasilitasi sekolah
Sejumlah sekolah di Surabaya mendukung aksi sosial dengan menyediakan posko Gotong Royong Sekolah Peduli Suroboyo di halaman sekolah. Pelajar atau orang tua ketika hadir di sekolah dapat memasukkan sendiri bantuan ke dalam drop box dengan cara drive thru dan langsung pulang.
Seperti yang ada di SMPN Negeri 1 Surabaya, terlihat sejumlah pelajar datang bergantian dengan didampingi orang tuanya ke sekolah dengan membawa bahan kebutuhan pokok, seperti beras, mie instan, gula, hingga minyak goreng. Setelah semua bantuan ini terkumpul, pihak sekolah kemudian menyalurkannya kepada Pemkot Surabaya untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.
Kepala SMP Negeri 1 Surabaya Akhmad Suharto mengatakan aksi sosial pelajar sudah dilakukan di SMP Negeri 1 Kota Surabaya sejak 30 Juli hingga 12 Agustus 2021.
"Jadi ide awal gotong royong peduli Suroboyo itu program dari semua siswa dan didukung Dinas Pendidikan. Pada prinsipnya, bagaimana Surabaya itu cepat bangkit dan pulih seperti semula," kata Suharto.
Tidak hanya pelajar SMP, gerakan sosial juga dilakukan pelajar SD di Kota Surabaya. Salah satunya terjadi di SD Negeri 1 Airlangga.
Sejak Senin (2/8) lalu, para pelajar silih berganti datang ke SD Negeri 1 Airlangga dengan didampingi orang tuanya untuk menyalurkan bantuan. Bantuan yang diberikan mulai dari mie instan, minyak goreng, gula hingga beras pun berdatangan.
Baca Juga: 15 Pendaki Asal Surabaya Sempat Tersesat di Lereng Wilis Usai Kibarkan Merah Putih
Satu per satu siswa masuk dan meletakkan sembako yang dibawanya, di depan gerbang sekolah. Terlihat beberapa keranjang ditata rapi lengkap disertai petunjuk tulisan, agar siswa langsung memasukkan bantuannya sesuai dengan kriteria jenis sembako.
Kepala Sekolah SD Negeri 1 Airlangga Materai Faridhin mengatakan, pada awalnya pihaknya membuat edaran melalui grup Whatsapp bahwa sekolah menampung bantuan bagi anak-anak yang ingin berdonasi untuk Surabaya Memanggil. Ternyata ada tanggapan baik dari para wali murid.
Melalui kegiatan ini, Materai berharap menumbuhkan kepedulian dan rasa empati sejak dini kepada lingkungan sekitarnya. Khususnya saat ini adalah warga yang terdampak COVID-19. Setelah semua bantuan terkumpul, bantuan itu diserahkan ke Pemkot Surabaya melalui Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).
Plt. Kepala Bidang Sekolah Menengah (Sekmen), Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Tri Aji Nugroho menilai, di tengah banyaknya warga yang membutuhkan, ternyata pelajar di Surabaya justru menginisiasi gerakan sosial.
Gerakan ini sebagai empati yang tinggi dan peka terhadap lingkungan sosial. Tentunya, hal ini menjadi sebuah gerakan yang luar biasa.
"Kami berhharap semua sekolah baik itu sekolah negeri swasta ikut tergerak. Bukan hanya siswa mungkin juga guru-guru atau siapapun," ujarnya.
Berita Terkait
-
15 Pendaki Asal Surabaya Sempat Tersesat di Lereng Wilis Usai Kibarkan Merah Putih
-
Ayo Dulur! Buruan Ikuti Vaksinasi Massal Dosis 2 di Surabaya, Masih Dibuka 4 Hari Kedepan
-
Jejak Yahudi dan Bukti Bintang Daud Pernah Bersinar di Surabaya
-
Pecatan Polisi Ini Dibekuk Sebab Terlibat Curanmor di Surabaya
-
Jadwal Pertandingan Belum Jelas, Aji Santoso Bingung Tentukan Taktik Persebaya
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Kronologi Anak Terjepit Teralis Bangku di RSUD Jombang, Damkar Turun Tangan
-
Warga Keluhkan Parkir Liar di Tulungagung, Dipungut Rp 5 Ribu di Depan Hotel
-
Miris! Lansia Tokoh Masyarakat Cabuli Anak di Surabaya, Korban Diancam dan Diiming-imingi Jajan
-
Pacitan Diguncang 1.135 Gempa Sepanjang 2025, BPBD Ingatkan Kesiapsiagaan Warga
-
Kasus Napi Aniaya Napi di Lapas Blitar Berujung Maut, Korban Tewas Kritis dan Stroke Otak