SuaraJatim.id - Pembentang poster minta bantuan ke Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengalami trauma hebat usai diperiksa polisi. Peternak ayam petelur tersebut bahkan keberatan ketika Suarajatim.id berupaya meminta klarifikasi.
Diketahui, peternak jagung tersebut bernama Suroto. Dia tinggal di Kademangan Kabupaten Blitar Jawa Timur. Saking takutnya, Ia sampai meminta wartawan menunjukkan Id Card-nya. Ia bahkan memfoto wartawan yang hadir, termasuk SuaraJatim sambil memegang Id Card.
Setelah diyakinkan, Suroto baru mau menceritakan bagaimana kondisi psikologisnya pasca-diperiksa polisi usai membentangkan poster meminta bantuan Jokowi ketika berkunjung ke Blitar.
Namun saat kontributor Suarajatim.id meminta untuk proses wawancara, Suroto tak berkenan. Ia menolak bicara kepada wartawan terkait peristiwa yang menimpanya tiga hari lalu.
"Saya minta maaf ya mas. Karena saya sendiri masih belum siap," ujarnya ketika ditemui di rumahnya, Kamis (9/9/2021).
Ketika berbincang, Suroto sebenarnya menceritakan keluhannya terkait permintaan bantuan jagung yang ditujukan kepada Jokowi. Namun dirinya kembali keberatan bila kalimatnya ditulis.
Karena kondisi psikologis yang mengalami trauma yang hebat pasca diperiksa, Suroto juga tak berkenan di ambil gambarnya. Ia juga tak menghendaki Suarajatim.id mengambil foto rumahnya.
Untuk diketahui, Suroto terekam ditangkap polisi usai membentangkan poster meminta bantuan ke Jokowi terkait tingginya harga jagung di tingkat peternak. Melalui tulisannya, Suroto meminta agar Jokowi segera turun tangan.
Saat itu Suroto membentangkan poster bertuliskan: "Pak Jokowi bantu peternak, beli jagung dengan harga wajar". Ia kemudian diamankan ke kantor polisi setempat.
Baca Juga: Ibu-ibu Pencuri Susu di Blitar Sudah Berdamai dengan Korban Pemilik Tokonya
Potser itu diangkat Suroto saat presiden berjalan meninggalkan Makam Bung Karno. Dalam video nampak mobil yang ditumpangi Jokowi keluar dari kawasan Makam Bung Karno. Kemudian terlihat Suroto mengenakan jaket dan celana hitam membawa poster didatangi oleh polisi.
Suroto tak menyangka kalau poster itu membuatnya diperiksa polisi. Pasca-peristiwa itu, Suroto mengalami trauma terhadap orang yang baru dia temui.
Suroto tidak ditahan
Sementara itu, Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery membenarkan telah menangkap Suroto. Namun Yudhi menegaskan kalau Suroto tidak ditahan. Hanya diamankan saja.
"Maksud dan tujuan kami (pengamanan) adalah untuk mengecek identitas yang bersangkutan, kedua mengklarifikasi apakah yang bersangkutan bagian dari kelompok-kelimpok dari peternakan tersebut," kata Yudhi.
"Dan ternyata benar bagian dari kelompok peternak. Kami wawancarai, lalu kami fasilitasi bertemu dengan bupati. Lalu kami pulangkan," ujar Yudhi menegaskan.
Berita Terkait
-
Ibu-ibu Pencuri Susu di Blitar Sudah Berdamai dengan Korban Pemilik Tokonya
-
Peternak Blitar Minta Tolong ke Presiden Malah Ditangkap, Polisi: Sudah Dipulangkan
-
Tegas, Gus Miftah Sebut Penangkapan Pembawa Poster di Blitar Tak Mencerminkan Presisi
-
Netizen Miris, Warga di Blitar Minta Bantuan ke Presidennya Malah Ditangkap Polisi
-
2 Emak-emak Curi Susu dan Minyak Kayu Putih di Blitar, Hotman Paris Siap Ganti Rugi
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh