SuaraJatim.id - Inilah kenapa bermain handphone di jalan dilarang sebab bisa mengganggu konsentrasi seseorang. Contohnya banyak kasus kecelakaan gegaran mainan handphone ini.
Seperti malam kemarin, Kamis (30/09/2021) malam. Seorang pria tanpa identitas terserempet kereta api di perlintasan rel belakang Kantor Kelurahan Babat Jerawat Kota Surabaya. Pria ini terserempet kereta sebab terlalu asyik bermain handphone.
Saat petugas tiba di lokasi, petugas langsung memeriksa kondisi korban dan dinyatakan meninggal dunia. Dalam pemeriksaan, petugas tidak menemukan identitas korban.
Dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Agung (30), penjaga palang pintu rel kereta api Kandangan menjelaskan, awalnya korban yang sedang bermain handphone menyeberang melewati rel kereta api.
Lalu, Sekitar pukul 16.54 Kereta Api KRD Nomor 406 Jurusan Bojonegoro–Sidoarjo melaju dari arah Barat menuju Timur.
Sementara korban yang tidak mengetahui seketika terserempet kereta dan terpelanting ke sebelah kiri rel kereta. Korban langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSU dr Soetomo menggunakan ambulance PMI.
Terpisah dikonfirmasi Kanitreskrim Polsek Pakal Ipda Purwanto mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan kejadian tersebut. Polisi juga sudah membawa jenazah korban ke RS Dr Soetomo.
Sementara terkait kronologis ia menyebut bahwa korban saat kejadian berjalan kaki di perlintasan kereta seorang diri. "Memang saat kejadian korban jalan kaki di atas rel. Namun tidak ditemukan ponsel yang dimaksud," ujarnya.
Baca Juga: Duh! Cantiknya Tabebuya yang Mulai Bermekaran di Jalanan Protokol Kota Surabaya
Berita Terkait
-
Duh! Cantiknya Tabebuya yang Mulai Bermekaran di Jalanan Protokol Kota Surabaya
-
Lawan Persebaya Surabaya, PSIS Semarang Targetkan Bisa Raih Poin Penuh
-
Kantongi Surat Rekomendasi dari Pemkot Surabaya, IIMS Siap Hadir di Kota Pahlawan
-
Baru Bebas, Residivis Ranmor Banting Setir Jualan Narkoba Ditembak Mati
-
Kebun Binatang Surabaya Bakal Uji Coba Buka Bagi Kunjungan Warga
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
3 Fakta Ayah dan Anak Terseret Lahar Semeru, Siswi SD Hanyut 5 Meter di Sungai Regoyo
-
5 Fakta Begal Sadis di Pasuruan Bacok Dua Remaja, Yamaha N-Max Dibawa Kabur
-
Gubernur Jatim Dukung RSUD Dr Soetomo Ikuti Konferensi ACGME di Amerika Serikat
-
Jembatan Penghubunh 2 Desa di Ngawi Roboh Diterjang Banjir, Akses Warga dan PDAM Putus Total
-
Jadwal Buka Puasa Blitar Hari Ini, Selasa 24 Februari 2026