Scroll untuk membaca artikel
Nur Afitria Cika Handayani
Kamis, 27 Januari 2022 | 21:41 WIB
Ilustrasi kitab suci Al-Qur'an (pexels.com/@tayebmezahdia/hafizhrmd)
  • “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan hadist ini, semakin jelas bahwa orang yang suka memutus tali silaturahmi tidak disukai dalam ajaran agama islam. 

Lantas bagi yang menyambung silaturahmi, maka akan mendapat keutamaan umur panjang dan diperbanyak hartanya serta keluarganya akan mencintainya.

Sebagaimana Hadist Riwayat Bukhari yang berbunyi:

  • “Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturahmi, niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.”
  • “Beribadahlah pada ALLAH SWT dengan sempurana, jangan syirik, dirikanlah sholat, tunaikan zakat dan jalinlah silaturahmi dengan orang tua dan saudara.” (HR. Bukhari)
  • “Seseorang yang menyambung silaturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan serang dengan kebaikan. Akan tetapi seorang yang menyambung silaturahmi adalah orang yang berusaha menyambung kembali silaturahmi sebelumnya diputuskan pihak lain.” (HR. Bukhari)

Dari hadist tersebut, dapat diambil makna bahwa, sebaik-baiknya orang yang sedang terputus silaturahminya adalah orang yang mendahului untuk menyambungkannya kembali. 

Baca Juga: 10 Hadist Tentang Cinta, Pedoman Umat Islam Dalam Urusan Cinta dan Mencintai

Dari 8 hadist di atas, silaturahmi itu mempunyai sifat yang luas. Tidak hanya terbatas pada keluarga saja, melainkan kepada teman atau sesama umat muslim.

Demikianlah ulasan mengenai 8 hadist silaturahmi yang bisa menjadi pedoman serta rambu-rambu dalam menjalankan ajaran agama Islam.

Kontributor : Agung Kurniawan

Load More