"Saya mohon maaf ibu," ucap Randy lirih kepada Fauzun yang disambut pelukan wanita berusia 45 tahun tersebut seraya meminta agar Randy bersabar.
Fauzun memang sudah menganggap Randy layaknya seorang anak. Dalam pengakuannya, Randy sering bersama dengan anaknya, termasuk saat NW menjalani perawatan di rumah sakit Sakinah Mojokerto, Randy juga menemani dan mengantar NW pulang setelah dirawat.
"Saya seperti kehilangan dua anak, karena saya sudah menganggap Randy seperti anak sendiri," kata Fauzun menjawab pertanyaan yang disampaikan kuasa hukum terkait dengan materi yang disampaikan dalam BAP kepolisian.
Tak hanya sekali, saat sidang diskors 5 menit, Randy juga nampak menghampiri Fauzun di dalam ruangan. Wanita yang berprofesi sebagai ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini nampak berlinangan air mata saat Randy duduk di sampingnya.
Akan tetapi permintaan maaf yang disampaikan Randy kepada Fauzun itu berbuntut debat panas antara JPU dan kuasa hukum Randy. Bermula saat skors dicabut, JPU melontarkan pertanyaan ke Fauzun perihal permohonan maaf yang disampaikan Randy. Apakah permohonan maaf itu merupakan sebuah pengakuan atas perbuatannya menggugurkan janin semasa NW masih hidup.
"Keberatan yang mulia, permintaan maaf itu secara pribadi bukan karena kasusnya. Karena pernah dekat semasa almarhum masih hidup," timpal kuasa hukum Randy.
Debat baru berhenti setelah Ketua Majelis Hakim Sunoto yang didampingi 2 hakim Pandu Dewanto serta Sari Cempaka Respati menengahi. Sunoto menyampaikan jika nanti JPU bisa menanyakan maksud permintaan maaf tersebut kepada terdakwa pada sidang agenda keterangan terdakwa.
"Sudah kalau ini dilanjutkan tidak akan selesai-selesai. Nanti JPU bisa ditanyakan saat (sidang) keterangan terdakwa," kata Sunoto.
Kontributor: Zen Arifin
Baca Juga: Sidang Perdana Tragedi Novia Widyasari, Kuasa Hukum Terdakwa Randy Bagus Ajukan Keberatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Tragedi Subuh di Pasuruan: Truk Muatan Kertas Raksasa Tewaskan 4 Orang
-
Panggung BDD 2026 Tampilkan Joget Tidak Pantas, Bupati Bondowoso Minta Maaf
-
Siasat Lemparan 920 Butir Dobel L ke Lapas Blitar Gagal Total
-
Misteri Bayi Berbalut Jilbab yang Ditinggalkan di Depan Panti Asuhan di Ngawi
-
Gubernur Jatim & Deputi Bank Indonesia Lepas Gowes Nusantara 2026 HUT ke-73 BI, Apresiasi Sinergitas