SuaraJatim.id - Kapolrestabes Surabaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Akhmad Yusep Gunawan cangkrukan dan ngopi bareng beberapa tokoh Bonek, terlebih maraknya gangster.
Kombes Pol Yusep juga mengajak para Bonek untuk menjaga kondusifitas Kota Pahlawan, jelang Ramadhan.
"Kesempatan kami di Warung Pitulikur, Cak Cong, saya berkesempatan dan bertemu dengan teman-teman dari pada tokoh Bonek, yang hadir dan juga didampingi oleh beberapa pejabat, baik Kasatserse, Kasat Intel, maupun Kasat Narkoba, tak lain untuk membangun silaturahmi kami. Berbagai agenda sinergi, khususnya dalam membangun Kota Surabaya yang aman dan nyaman," ujar Yusep, Selasa (29/3/2022) malam.
Ia juga mengingatkan para bonek, agar tidak euforia jelang pertandingan terakhir Persebaya.
"Beberapa agenda, yang akan diwarnai oleh beberapa agenda bonek, baik itu pada saat menjelang kedatangan para pemain Persebaya yang telah melakukan pertandingan di Bali, besok pada hari Kamis, kita akan sambut di lain waktu, sehingga tidak mengurangi arti dari pada kasih sayang masyarakat Bonek kepada para pemain Persebaya," ucap Yusep.
Yusep mengatakan, jika Bonek sendiri sudah sangat maju, terlebih lagi suporter fanatik dari Surabaya ini sudah mendarah daging kecintaannya terhadap tim Persebaya, sehingga Bonek Mania menjadi kebudayaan tersendiri di masyarakat Kota Pahlawan.
"Suporter Bonek adalah budaya kota Surabaya yang harus kita lestarikan dan didukung oleh semua pihak, dan harapan dari para tokoh Bonek kepada masyarakat Surabaya, khususnya stakeholder ataupun pengusaha, bahwa mau bersama-sama mendukung para pemain Persebaya agar dipastikan untuk pada pertandingan berikutnya bisa jadi juara, dan ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik masyarakat Surabaya maupun forkopimda, dan seluruh elemen-elemen masyarakat di kota Surabaya, dan Insya Allah Bonek akan menjadi suporter, budaya masyarakat Surabaya," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Yusep, kepolisian juga merangkul Bonek untuk ketertiban dan keamanan Kota Surabaya, terlebih lagi dengan adanya oknum anak-anak hingga remaja, yang berkedok gangster, yang sering kali melakukan tawuran.
"Yang seperti saya sampaikan cintanya masyarakat Surabaya pada Persebaya adalah takdir, dan Bonek adalah bagian dari masyarakat Surabaya, dan Bonek tadi telah menyampaikan melalui tokohnya, Insya Allah mulai berpatisipasi untuk membantu menjaga kemanan kota Surabaya, bahkan akses-akses dari pada digital ataupun akses negatif yang dilakukan oleh oknum-oknum anak yang saat ini mengatasnamakan kelompok apapun, Insya Allah Bonek akan ikut membantu, memfasilitasi, mengaksesmen menjaga di Bulan Ramadhan," terangnya.
Baca Juga: DPRD Sesalkan Pemkot Surabaya Pecat Umar Syarief dari ASN
Sementara itu, salah satu tokoh atau perwakilan Bonek, Husin Gozali, dipastikan akan membantu kepolisian, terutama dalam mengamankan banyaknya oknum anak-anak dan remaja yang terlibat dalam tawuran gangster ini.
"Masalah gangster, kami sudah memerangi bahwa Surabaya itu kotanya Bonek, bukan kotanya gangster, dari dulu teman-teman Bonek sepakat melawan apa yang terjadi di Surabaya, (terlebih lagi) menjaga kondusifitas Kota Surabaya. Kita lawan orang-orang yang merusak Surabaya, salah satunya gangster ini, karena selama ini gangster banyak meresahkan masyarakat sendiri dengan tindakan kriminal-kriminalnya," ujar pria yang akrab disapa Cak Cong ini.
Bahkan saat ini, imbuh Husin, hampir semua tribun Bonek Mania, menolak dan akan turun tangan dengan adanya gangster ini.
"Kita sepakat di semua tribun, bahwa itu bukan budaya Surabaya kalau gangster, tapi budaya Kota Surabaya dengan Bonek-nya. Jadi jangan macam-macam di Surabaya, jangan sampai mereka hidup enak di Surabaya. Surabaya kotanya Bonek, bukan kotanya gangster," tandasnya.
Selain permasalahan keamanan, Polisi dan Bonek juga bekerjasama dalam kegiatan sosial, dari divisi penanganan bencana kemanusiaan yang ada di Surabaya.
Bonek Mania dipastikan akan mendapatkan bantuan ambulans, yang nantinya bisa digunakan Bonek divisi penanganan bencana kemanusiaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
Ratusan Tukang Jagal Bawa Sapi ke DPRD Surabaya, Tolak Relokasi RPH Pegirian ke Tambak Osowilangun
-
Kronologi Anak Terjepit Teralis Bangku di RSUD Jombang, Damkar Turun Tangan
-
Warga Keluhkan Parkir Liar di Tulungagung, Dipungut Rp 5 Ribu di Depan Hotel
-
Miris! Lansia Tokoh Masyarakat Cabuli Anak di Surabaya, Korban Diancam dan Diiming-imingi Jajan
-
Pacitan Diguncang 1.135 Gempa Sepanjang 2025, BPBD Ingatkan Kesiapsiagaan Warga