Muhammad Taufiq
Kamis, 05 Mei 2022 | 08:06 WIB
Ilustrasi pengeroyokan ustadz. [Istimewa]

SuaraJatim.id - Kronologis kasus tawuran massal di Sumenep Madura ini diduga berawal dari kasus penganiayaan atau pengeroyokan korban Jiqri Ikramullah di rumahnya Dusun Tembing Desa Sepanjang.

Ia didatangi terduga pelaku bernama Syaiful dan Khalib beserta dua temannya, warga Dusun Pelat Desa Tanjung Kiaok Kecamatan Sapeken. Di sana kemudian terjadilah penganiayaan, Rabu (04/05/2022).

Saat itu Mashura keluar menemui mereka. Namun tiba-tiba Syaiful dan Khalib langsung menampar Mashura. Saat Jiqri Ikramullah datang, langsung ditarik oleh Khalib hingga sama-sama terjatuh dari teras.

Setelah itu Syaiful melompat ke arah Jiqri. Kemudian Syaiful dan Kalib beserta dua orang temannya melakukan penganiayaan terhadap Jiqri Ikramullah.

Tak berselang lama, datang Muzammir bersama beberapa warga untuk melerai dan mengamankan Syaiful dan Kalib beserta dua orang temannya. Mereka dibawa ke rumah Muzammir.

Akibat tawuran itu lima orang mengalami luka-luka. Kelima korban terluka, yakni Jiqri Ikramullah (30), Mashura (40), ibu rumah tangga, Supandi (35) mengalami luka tusuk ikan pari di bagian punggung, Sutama (55) mengalami luka robek pada bagian kepala.

Kemudian, Abdul Gazi (35) mengalami luka robek pada pelipis mata sebelah kiri. Kelima korban tersebut seluruhnya warga Dusun Tembing, Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken.

"Penganiayaan secara bersama-sama itu terjadi di Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken. Tersangka pelakunya dua orang," katanya Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengutip, dikutip dari Beritajatim.com, jejaring media suara.com (04/05/2022).

Baca Juga: Geger Bentrok Warga di Sapeken Sumenep, Lima Orang Terluka

Load More