SuaraJatim.id - Sederet fakta baru ditemukan dalam peristiwa kecelakaan maut bus pariwisata di KM 712.400 A, Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Salah satunya pengemudi bus PO Ardiansyah terindikasi mengalami deep sleep atau tidur nyenyak saat mengemudikan bus.
Fakta itu berdasar hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Selama dua hari ini, tim telah melakukan investigasi peristiwa kecelakaan bus yang mengangkut rombongan warga kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, pada Senin (16/5/2022) lalu.
"Ada beberapa fakta-fakta yang kami temukan, salah satunya penyebab kecelakaan ini lebih pada faktor human. Jadi human ini terpicu dari mereka (sopir) lelah, mengantuk," kata Ketua Sub Komite LLAJ KNKT Ahmad Wildan saat ditemui di Mapolresta Mojokerto, Rabu (18/5/2023).
Disampaikan Wildan, dari hasil temuan di lokasi kecelakaan dan pemeriksaan yang dilakukannya terhadap Ade Firmansyah (29) pengemudi bus saat kecelakaan terjadi, Ade mengalami kelelahan. Akibatnya Ade tertidur pulas saat mengemudi hingga menyebabkan kecelakaan yang merenggut 14 orang penumpang itu.
"Kalau micro sleep digedor saja dia (sopir) bangun, dalam sepersekian detik dia bangun, namanya micro sleep jadi tidur sesaat, kalau ini deep sleep. Kenapa kita katakan deep sleep, dia itu mepet guardrail sampai nabrak beton sampai bannya robek itu tidak sadar. Dia (Ade) baru sadar setelah menabrak (tiang) VMS itu," ungkap Wildan.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada tim KNKT, Ade sempat tertidur kurun waktu 2 menit sebelum bus yang dikemudikannya menabrak tiang VMS. Keterangan Ade ini, sesuai dengan temuan investigasi yang dilakukan tim KNKT di sekitar KM 712.400 A yang menjadi lokasi kecelakaan bus.
Di antaranya tidak adanya skid Mark atau jejak bekas pengereman, kemudian adanya bekas serempetan di guardrail sepanjang 100 meter dari titik tabrakan. Selain itu juga ada beton pembatas yang pecah akibat tertabrak hingga membuat ban bus meletus, serta pondasi cor beton tiang VMS yang roboh akibat ditabrak bus.
"Dari temuan di jalan, kita meyakini pengemudi tidak sadar, ini kalau tidak pingsan, serangan jantung ya dia tidur lelap. Tadi kita pastikan ternyata dia (sopir) tidur lelap," jelas Wildan.
Selain itu, kata Wildan tim KNKT juga menemukan faktor yang dianggap sebagai kunci penyebab kecelakaan ini. Yakni durasi waktu perjalanan wisata rombongan bus maut ini, yakni berangkat pada Sabtu (14/5) malam hingga saat peristiwa terjadi pada Senin (16/5) pagi sekira pukul 06.20 WIB yang menurutnya sangat padat.
Baca Juga: Pemindahan Ibu dan Anak Korban Kecelakaan Bus PO Ardiansyah ke Surabaya
"Selama di jalan dia (Ade) duduk di kendaraan di kursi yang kecil, kalau dia tidur, dia hanya tidur ayam, tidak bisa dilelapkan. Kemudian pada saat bus itu berhenti kewajiban kenek itu menjaga bus dia tidak boleh ikut tidur, pengemudinya kan tidur. Kenek itu jaga bus, artinya dia tidak efektif dalam beristirahat," jelas Wildan.
Menurut Wildan, Ade bukan merupakan pengemudi cadangan yang disiapkan untuk menggantikan sopir utama, karena Ade berstatus sebagai kernet bus. Meski Ade bisa mengemudikan bus sejak tahun 2018, akan tetapi Ade tidak memiliki surat izin mengemudikan bus.
"Dia bukan pengemudi bus, dia kernet dari tahun 2017 cuma dia bisa bawa bus, tapi dia belum punya SIM. Dia sudah bisa bawa bus sejak tahun 2018 jadi ini bukan masalah kompetensi sebenarnya. Cuma memang salahnya dia tidak punya SIM," kata Wildan.
Wildan menyatakan, proses investigasi yang dilakukan KNKT ini akan berlangsung hingga Jumat (20/5) mendatang. Seluruh temuan itu nantinya akan dijadikan sebuah kesimpulan dan rekomendasi yang nantinya akan diberikan kepada Presiden serta Komisi V DPR RI serta pihak terkait.
Diberitakan sebelumnya, 14 orang tewas dan 19 orang mengalami luka-luka akibat bus pariwisata PO Ardiansyah mengalami kecelakaan tunggal di KM 712.400 A Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Senin (16/5) sekira pukul 06.20 WIB.
Bus yang mengangkut rombongan warga Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya ini dalam perjalanan balik dari wisata di Dieng Wonosobo, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bus menabrak tiang vareable message sign (VMS) Tol Sumo.
Berita Terkait
-
Kisah 4 Keluarga Bu Titis, Liburan Sama-sama, Berakhir di Pembaringan Satu Liang Lahat
-
Fakta-fakta Kecelakaan Maut Bus PO Ardiansyah di Tol Surabaya-Mojokerto Tewaskan 14 Orang
-
Korban Kecelakaan Maut Bus PO Ardiansyah Ternyata Berasal dari Satu Gang di Kelurahan Benowo Surabaya
-
Fix! Ini Identitas Nama 33 Korban, Termasuk 14 Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata PO Ardiansyah di Tol Sumo
-
Beruntung Eko Tak Ikut Rombongan Bus PO Ardiansyah ke Dieng, Tapi 2 Keluarganya Tewas, 3 Kritis
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Cinta Terlarang Berujung Teror: Karyawan SPPG di Tuban Peras Istri Orang Pakai Video Intim
-
Ruang Kelas Ambruk: Siswa SDN 3 Wonorejo Belajar di Bawah Tenda Darurat
-
Nenek Suhaena Ditemukan Hangus Terbakar di Ladang Sunyi Sumenep
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Sepenggal Kisah Ketulusan Warga Jombang di Muktamar NU: Sumbang Beras, Sayur hingga Sapi