SuaraJatim.id - Polisi menetapkan tersangka baru dalam kasus kecelakaan kerja di Pabrik Gula Djombang Baru, di Kabupaten Jombang. Hingga kini tercatat ada tiga orang yang sudah menyandang status tersangka dalam peristiwa yang menewaskan seorang karyawan itu.
Tersangka ketiga adalah yakni Dies Mahendra Prakosa. Ia merupakan Manajer Tebang Angkut Muat di PG Djombang Baru. Dies merupakan orang yang turut bertanggungjawab atas peristiwa kecelakaan yang menewaskan Ali Imron (43), warga Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Jombang.
"Jadi ada tambahan lagi satu tersangka baru, inisialnya D, dia sebagai manager tanaman posisinya. Jadi dia yang bertanggungjawab atas crane, dia berwenang untuk melarang tersangka pertama bekerja di crane," ungkap Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha, Jumat (12/07/2022) siang.
Sebelumnya polisi sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini. Yakni Ngateno (37), operator crane di PG Djombang Baru. Karyawan asal Desa Jabon, Kecamatan/Kabupaten Jombang ini jadi tersangka, karena nekat mengoperasikan crane tanpa lisensi dan pelatihan yang berujung kecelakaan kerja.
Akibat kecelakaan itu, Ali tewas mengenaskan tertimpa timbangan besi saat masih bekerja, pada 27 Juli 2022 lalu. Tak hanya Ngateno, polisi juga menetapkan Asisten Manajer Tebang Angkut Muat PG Djombang Baru, Suwarna sebagai tersangka.
Menurut Kasat, baik Suwarna maupun Dies memiliki kewenangan untuk melarang Ngateno mengoperasikan crane. Karena Ngateno tidak memiliki lisensi atau keahlian untuk mengoperasikan alat tersebut, hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja.
"Keduanya sama-sama lalai Karen tidak melarang tersangka N (Ngateno) melarang mengoperasikan crane, padahal itu merupakan kewenangan kedua tersangka," ucap Giadi.
Meski sudah menetapkan tiga orang tersangka, namun hingga kini polisi baru melakukan penahanan terhadap Ngateno dan Suwarna. Sementara Dies baru akan dilakukan penahanan pasca penetapan tersangka ini.
"Panggilan pertama dia belum datang, karena sakit dan opname di rumah sakit, panggilan ke dua kita layangkan pekan depan, kami berharap tersangka kooperatif," tukas Giadi.
Baca Juga: Aliran Pipa Terpal Air Sawah Warga Jombang Macet, Ternyata Tersumbat Mayat
Diberitakan sebelumnya, Ali Imron, karyawan PG Djombang Baru asal Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Jombang pada Rabu (27/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Ia tewas mengalami luka parah akibat tertimpa besi timbangan tebu.
Peristiwa itu bermula saat Ngatemo memindahkan tebu dari truk ke lori untuk ditimbang menggunakan crane. Namun, seling baja atau wire rope crane tersangkut lori. Ngateno pun mencoba menggerakannya ke kiri dan ke kanan.
Nahas, tali seling baja putus. Ali yang berada di sekitar lori kemudian tertimpa timbangan besi. Ali mengalami luka parah, dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak bisa tertolong, Ali tewas setelah 2 jam dalam perawatan medis.
Kontributor : Zen Arivin
Berita Terkait
-
Aliran Pipa Terpal Air Sawah Warga Jombang Macet, Ternyata Tersumbat Mayat
-
Insiden di Pabrik Gula Blitar Menewaskan Seorang Pekerja
-
PB IDI Telaah Berkas Penyelidikan Kasus Persalinan Gagal di RSUD Jombang
-
Demo Buruh di Jombang Tuntut Kenaikan Gaji dan Cabut UU Cipta Kerja
-
Polisi Gandeng IDI dan IBI, Tangani Kasus Persalinan di RSUD Jombang
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
3 Fakta Suami Aniaya Istri di Tuban, Dipicu Dugaan Selingkuh
-
Wakil Kepala BGN Izinkan Warga Unggah Menu MBG ke Medsos, Ini Alasannya
-
BRI Peduli Hadirkan Program "Ini Sekolahku" untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang
-
5 Fakta Sadis Menantu Perempuan Bunuh Mertua di Blitar, Dicekik dan Ditusuk Gunting Berkali-kali
-
SPPG Dilarang Tolak Produk UMKM, Dapur MBG Bandel Terancam Suspend