SuaraJatim.id - Raffi Dimas Baddar, pemuda yang hilang saat nge-camp di kawasan wisata Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, akhirnya ditemukan. Mahasiswa berusia 20 tahun itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Informasi yang dihimpun, Dimas ditemukan sekira pukul 10.45 WIB, Selasa (27/9) oleh tim SAR yang melakukan pencarian secara mandiri. Setelah proses pencarian pemuda asal Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, resmi dihentikan pada Senin (19/9) lalu.
"Betul, survivor atas nama Raffi Dimas Baddar sudah ditemukan dengan keadaan meninggal dunia di dasar air terjun kering di Sungai Kretek," kata Komandan Basarnas Surabaya Octavino, Selasa (27/9/2022).
Pria yang akrab disapa Vino ini mengungkapkan, tubuh Dimas ditemukan berada di dasar sungai kering. Berjarak sekitar 1,96 kilometer (Km) dari lokasi pertemuan terakhir. Dimana, mahasiswa fakultas teknik mesin Universitas Wijaya Putra, Surabaya terakhir kali terlihat temannya pada Minggu (11/9) pagi.
"Lokasi penemuan berjarak 1,96 Km dengan azimuth 168° dari musala makam Krapyak, dimana survivor terlihat terakhir kali oleh teman campingnya," imbuh Vino.
Menurut Vino, sehari sebelumnya tim search and rescue unit 1 (SRU 1) berhasil menemukan benda yang disinyalir kuat merupakan milik Dimas. Yakni sebuah sendal slop berwarna hitam, dimana sendal tersebut diyakini merupakan barang milik Dimas.
"Kemudian proses pencarian hari ini dilakukan di sekitar lokasi, dan akhirnya tim bisa menemukan keberadaan survivor," ungkap Vino.
Sejauh ini, lanjut Vino, tim SAR dari berbagai element sudah menuju ke lokasi tempat jasad Dimas ditemukan. Rencananya, tim SAR akan mengevakuasi jasad Dimas. Proses evakuasi diperkirakan memerlukan waktu yang cukup lama, karena kondisi medan yang curam.
Diberitakan sebelumnya, Raffi Dimas Baddar (20), hilang saat nge-camp di kawasan wisata Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Mahasiswa Universitas Wijaya Putra Surabaya itu hilang saat berkemah dengan temannya.
Baca Juga: Warga Sampai Minta Tolong Polisi Redam Amuk Thoriq, ODGJ yang Keluyuran Bawa Celurit di Pasuruan
Berdasarkan keterangan yang diterima pihak kepolisian, Dimas bersama 10 orang rekannya tiba di lokasi perkemahan tersebut pada Sabtu (10/9) sekira pukul 18.30 petang. Mereka kemudian melakukan camping dan mendirikan tenda di lokasi tersebut.
Namun kemudian, Dimas dilaporkan hilang oleh rekan-rekannya sekitar pukul 10.30 WIB, Minggu (11/9). Dimas terakhir terlihat oleh rekannya sekitar pukul 05.00 WIB. Ketika itu, rekan-rekan korban berpapasan dengan Dimas saat perjalanan ke musala untuk salat subuh.
Kontributor : Zen Arivin
Berita Terkait
-
Warga Sampai Minta Tolong Polisi Redam Amuk Thoriq, ODGJ yang Keluyuran Bawa Celurit di Pasuruan
-
Warga Rembang Pasuruan Digegerkan ODGJ Keluyuran Bawa Celurit, Keluarganya Sampai Mengungsi
-
Kakek Timbul Tak Pulang-pulang, Dicari Cucunya Ternyata Sudah Tertelungkup Tak Bernyawa
-
Terlilit Utang, Ibu Muda di Mojokerto Tertangkap Kamera CCTV Nekat Curi Motor
-
Pabrik Furnitur di Mojokerto Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
5 Fakta Kasus Satpam Perkosa Siswi SMP di Tuban: Kenalan Lewat Telegram, Disetubuhi di Kos!
-
WNA Asal Malaysia Terancam Hukuman Mati di Surabaya, Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Antisipasi Gas Beracun hingga Longsor, Wisata Kawah Ijen Ditutup Sementara
-
BRI Sambut Tahun Kuda Api dengan Imlek Prosperity 2026
-
3 Fakta Ayah dan Anak Terseret Lahar Semeru, Siswi SD Hanyut 5 Meter di Sungai Regoyo