SuaraJatim.id - Pilkades serentak Kabupaten Bangkalan Madura yang sesuai jadwal bakal digelar pada Mei 2023 akhirnya ditunda. Penundaan ini karena alasan keamanan, mengingat sejumlah insiden kekerasan yang terjadi belakangan ini.
Penundaan jadwal Pilkades tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Bangkalan Nomor: 100.3.3.2/86/kpts.433.013/2023, tentang perubahan atas Keputusan Bupati Bangkalan tentang jadwal pemungutan suara Pilkades.
Pilkades gelombang II tersebut sesuai jadwal rencananya digelar pada 3 Mei 2023 mendatang. Namun tahapan pemungutan suara tersebut ditunda menjadi tanggal 10 Mei 2023.
Saat ini sendiri pilkades serentak ini sudah memasuki tahapan seleksi. Namun, dalam masa tahapan seleksi ini nuansa panas persaingan dan cenderung disertai kekerasan sudah terjadi di sejumlah desa.
Misalnya kasus pembacokan seorang anggota staf pemilihan bernama Ridoi (37). Ia dianiaya oleh salah satu bakal calon kepala desa di Desa Manggaan Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan Madura. Ia dibacok hingga menderita luka serius pada tubuhnya.
Pelaku pembacokan bernama Samsul (50) yang merupakan salah satu bakal calon Kepala Desa Manggaan. Motifnya, pelaku sakit hati karena tidak lolos verifikasi dalam proses pencalonan kades setempat. Peristiwa ini terjadi pada 17 Maret 2023 lalu.
Peristiwa lain terjadi di Desa Kanegara Kecamatan Konang, juga di Kabupaten Bangkalan. Dua kelompok massa terlibat ketegangan dan nyaris bentrok. Salah satu kubu ini merupakan pendukung bakal calon kades yang digugurkan oleh panitia seleksi.
Tak terima calonnya digugurkan, kedua kelompok massa kemudian melakukan protes. Pendukung calon kades yang gugur itu mendatangi balai desa, dan diadang oleh pendukung calon incumbent. Kejadian itu sempat viral di media sosial.
Dalam video yang beredar di media sosial itu, warga dari kubu yang tidak lolos meluruk kantor desa dan menemui Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) sambil membawa senjata tajam (Sajam) celurit.
Baca Juga: 3 Insiden Jelang Pilkades Serentak Bangkalan Madura, Satu Peristiwa Pembacokan
Berikutnya di Desa Morombuh. Sejumlah warga, pendukung salah satu calon mendatangi kantor Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD). Penyebabnya karena bakal calon kepala desa yang didukung warga ini digugurkan oleh panitia.
"Dari nilainya itu tertinggi tapi kenapa digugurkan sepihak tanpa alasan yang jelas. Mereka bahkan menghilangkan skor untuk variabel pengalaman pemerintah calon kami," kata perwakilan warga bernama Abdurrahman Tohir.
Berita Terkait
-
3 Insiden Jelang Pilkades Serentak Bangkalan Madura, Satu Peristiwa Pembacokan
-
KPK Terus Dalami Dugaan Kasus Korupsi di Bangkalan Jawa Timur : Pemeriksaannya Terus Berlanjut
-
Toko dan Warung di Bangkalan Madura Dilarang Buka Selama Bulan Ramadhan
-
Masuki Tahapan Pendaftaran, Panitia Pilkades Kabupaten Garut akan Bentuk Tim Bina Wilayah
-
Oktober 2023, 13 Desa di Purwakarta Akan Gelar Pilkades Serentak, Ini Daftarnya
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara
-
30 Tahun Berlalu, Penyintas Kudatuli Minta Komnas HAM Usut Dugaan Penyiksaan
-
Duel Berdarah Pengamen di Lamongan, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya
-
Belum Cetak Laba, Pikap Kopdes Blitar Hancur Ditabrak Fortuner: Kades Bingung Ganti Rugi Rp85 Juta
-
Gerbang UINSA Surabaya Dirantai dan Disegel, Ratusan Mahasiswa Ngotot Desak Rektor Mundur