Scroll untuk membaca artikel
Baehaqi Almutoif
Senin, 15 Juli 2024 | 17:44 WIB
Jatim Media Summit 2024 Bojonegoro. [ist]

Andre memaparkan materi mengenai model dan alat Verifikasi. Ia menjelaskan jika peran media dalam melawan hoaks secara global. Dia menjelaskan hoaks mudah menyebar karena Indeks literasi Digital Indonesia masih rendah, yakni hanya 3,49. "Ini hanya beberapa strip di atas Timor Leste," jelasnya.

"Hoaks ini fenomena global, terjadi di semua negara. Oleh karena itu media, pemerintah, civitas akademika, dan semua pihak harus berperan meluruskan itu semua," jelas Andre.

Ia menjelaskan, ada tujuh alasan hoaks mudah menyebar, pertama tidak mencermati sumber informasi, tidak sabar dan kurang perhatian, malas secara kognitif, emosi mengalahkan rasionalitas, tekanan sosial, confirmation bias dan pengulangan efek kebenaran bias.

Sementara itu, Esther Irawati Setiawan membawakan materi 'Produksi Konten Digital menggunakan AI, berdasarkan Fakta dan Data'.

Baca Juga: Iseng Rekayasa Foto Jadi Gambar Syur, Pemuda Gresik Terancam Penjara 8 Tahun

“AI ini hanya untuk tools yang bisa menghemat waktu dan biaya,” tegas Esther saat membuka sesi kedua. Ia juga menjelaskan jika kita tidak perlu takut ke AI, cukup menerima dan menggunakan secara bijaksana.

Esther Irawati mengungkapkan AI bisa mengenerate berbagai konten, mulai gambar, suara, hingga video. Karena itu, tidak bolah terjebak ketakutan dan berdiam diri saja menanggapi adanya badai AI.

“Oleh karena kita harus mulai memikirkan bagaimana kita menghasilkan konten menggunakan AI,” kata Esther.

Di pengujung acara, Rendy Adrikni Sadikin selaku Head of Community Development Suara.com, menjelaskan tentang Yoursay.id, platform user generated content sekaligus community hub Suara.com. Dia mengajak audiens untuk berkolaborasi dalam hal pembuatan konten serta melakukan aktivitas komunitas di platform tersebut.

Baca Juga: Terancam 5 Tahun Penjara, Terungkap Motif Pria di Bojonegoro Bacok Adik Iparnya

Load More