SuaraJatim.id - Kabar mengenai dugaan adanya bagi-bagi uang di Pilwali Kota Blitar santer beredar. Kejadiannya di Perumahan Pakunden, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo.
Tim sukses dari salah satu pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar kedapatan membagikan uang tunai dan sembako disertai pamflet kampanye paslon.
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Blitar, Hasan Asyngari membenarkan telah menerima laporan mengenai adanya dugaan bagi-bagi uang dan sembako.
Dia juga mengaku sudah mendengar kabar akan adanya bagi-bagi paket sembako.
“Paket sembako ini sebenarnya sudah kami pantau sejak seminggu lalu, tetapi karena belum didistribusikan, kami belum bisa bertindak. Setelah laporan ini masuk, kami segera menindaklanjutinya,” ujar Hasan dilansir dari Ketik.co.id--jaringan Suara.com, Senin (25/11/2024).
Hasan mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati, sebab, pemberi maupun penerima dapat dikenakan sanksi pidana.
“Karena ini masuk dugaan pidana pemilu, kami akan mengkajinya bersama Sentra Gakkumdu untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” jelasnya.
Bawaslu Kota Blitar menengarai adanya dugaan kasus serupa di Kelurahan Rembang. Pihaknya saat ini sedang menginventarisir dugaan praktik yang melanggar tersebut.
Pihaknya mengingatkan kembali kepada semua pihak agar menghormati masa tenang. Hasan menyampaikan, waktu sekarang ini semua bentuk kampanye dilarang demi memberikan ruang bagi pemilih untuk menentukan pilihan secara bebas.
Baca Juga: Bawaslu Jatim Minta Hormati Masa Tenang: Jangan Ada Pengumuman Hasil Survei
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan pelanggaran serupa,” kata Hasan.
Sementara itu, salah seorang warga Perumahan Pakunden, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo menuturkan adanya pembagian uang tunai senilai Rp150 ribu dilakukan pada Minggu (24/11/2024). Sementara itu, sembako berupa beras, minyak goreng, dan gula dibagikan pada Senin (25/11/2024).
Barang-barang tersebut dibagikan oleh dua orang berinisial OBH dan AC yang mengaku sebagai tim sukses salah satu calon.
“Mereka bilang ini sedekah dari Mas Ibin dan mengajak untuk memilih nomor 2,” ujar IR (51), salah satu warga. “Tapi setelah kabar ini ramai, ada rumah-rumah yang diminta kembali sembakonya, meski sebagian cuma diambil pamfletnya saja.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Muktamar ke-35 NU Teguhkan Taawun, Kemandirian Umat dan Persatuan Bangsa
-
Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Subianto: Saya Tak Ikut Campur
-
Di Tengah Tarik-Menarik Muktamar ke-35 NU, Nama Gus Kikin Menguat: Dari Tebuireng untuk Nahdliyin
-
Tagih Utang ke Gus Yahya, Presiden Prabowo: Beri Saya Kartu NU, Saya Datang Lagi!
-
Gus Yahya Tegaskan NU Tak Bisa Jalan Sendiri, Harus Perkuat Kerja Sama dengan Pemerintah