SuaraJatim.id - Isu lingkungan masih menjadi pembicaraan hangat, tak terkecuali di dunia pendidikan. Sejumlah mahasiswa berlomba - lomba melahirkan inovasi penanganan sampah.
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Bambang Pramujati mengatakan, problem sampah tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Sebuah kota harus bisa mengelolanya dengan baik untuk menjadikannya layak huni, yang menjadi salah satu indikator dalam Sustainable Development Goals (SDGs). "Kalau hanya kita buang saja, ya pasti tadi timbunan akan semakin lama, semakin tinggi," ujarnya di acara puncak WasteTrack Mobile Apps Competition di ITS pada Kamis, 23 Mei 2025.
Karena itu perlu adanya pengelolaan yang baik. Sampah bisa bermanfaat secara ekonomi jika diolah dengan bagus, seperti bank sampah atau diolah menjadi sumber bahan bakar pembangkit listrik.
"Makanya sekarang topik circular economy itu menjadi sangat terkenal, sangat menarik. Dilakukan oleh para peneliti bagaimana sampah itu bisa diolah, dikelola, bisa menghasilkan sumber ekonomi yang lain," katanya.
WasteTrack Mobile Apps Competition menjadi bagian untuk menghadirkan inovasi pengelolaan sampah yang bisa menghasilkan ekonomi.
Kompetisi ini diikuti sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. WasteTrack Mobile Apps Competition berhasil menjaring 49 proposal aplikasi dari 21 universitas di seluruh Indonesia.
Setelah melalui proses kurasi ketat berdasarkan aspek inovasi, keberlanjutan, dan kesiapan implementasi, yang tertulis di proposal, 10 tim terpilih melaju ke babak final.
Bambang Pramujati menyambut baik antusias para mahasiswa. Banyaknya peserta yang ikut menandakan masih ada generasi muda yang peduli terhadap pengelolaan sampah.
Baca Juga: Kantong Plastik Berisikan Gumpalan Darah Gegerkan Warga Kutorejo Mojokerto
"Paling tidak itu akan membuka kepedulian mahasiswa terhadap masalah yang ditimbulkan oleh sampah. Dengan semakin majunya teknologi, tentunya teknologi itu bisa kita gunakan, kita manfaatkan untuk memperbaiki pengolahan sampah yang ada," katanya.
Kompetisi yang dimulai sejak Oktober 2024 ini merupakan wujud dari upaya memperkuat kolaborasi multi-pemangku kepentingan dalam mendorong terbentuknya ekonomi sirkular sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang transparan dan berkelanjutan di Indonesia.
Tidak hanya itu, kompetisi ini juga bertujuan menghadirkan terobosan aplikasi karya anak bangsa untuk mendukung ketelusuran dan pengelolaan sampah secara tepat dan terdigitalisasi melalui sistem bank sampah.
Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina, yang terlibat dalam WasteTrack Mobile Apps Competition mengatakan, kompetisi ini bisa menjadi solusi konkret bagi permasalahan lingkungan.
Selain membuka kesempatan generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam agenda keberlanjutan nasional.
"Kami percaya bahwa pendekatan ekonomi sirkular adalah kunci masa depan yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kami optimis dapat menciptakan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat," kata Karina.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Ribuan Pendekar PSHT Kepung Mapolrestabes Surabaya, Desak Polisi Tuntaskan Pembacokan Petugas Valet
-
Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO
-
Pikap KDMP Terlibat Tabrakan Beruntun dengan Bus Peziarah di Ponorogo, Begini Nasib Penumpangnya
-
Madura United Pulangkan Hugo Gomes, Perkuat Lini Tengah Hadapi Super League 2026/2027
-
Misteri di Balik Makam yang Dibongkar: Suami Laporkan Rahasia Gelap Staf Kejari Mojokerto ke Polisi