Fabiola Febrinastri
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 10:48 WIB
Surabaya Marketing Week (SMW) 2025. (Dok: Pemprov Jatim)

SuaraJatim.id - Memasuki hari kedua, Surabaya Marketing Week (SMW) 2025 semakin kaya dengan diskusi strategis yang menghubungkan peran pemerintah, pelaku industri, hingga komunitas bisnis. Mengusung semangat Marketing for Impact, acara ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor serta bagaimana kecerdasan buatan (AI) mampu menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi dan penguatan daya saing Jawa Timur.

Agenda diawali dengan sesi dari Hermawan Kartajaya, Founder & Chair of MCorp, bertajuk Tech War or Trade War: Memahami Tantangan Baru Pemasaran. Ia menegaskan posisi strategis Jawa Timur serta pentingnya adaptasi dan kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan inklusif di tengah dinamika geopolitik dan teknologi.

Dalam sesi inspiratif, Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN & Founder Harian Disway, menekankan pentingnya standarisasi kualitas nasional yang jelas dan konsisten agar produk Indonesia lebih berdaya saing dan kompetitif di pasar global.

Sejalan dengan itu, Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, menegaskan “AI sebagai game changer bagi UMKM, teknologi ini mampu membantu menurunkan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan memperluas akses teknologi untuk memperkuat ekonomi lokal Jawa Timur.”

Alvon Yulius, Founder Avara Custom sekaligus bagian dari Diplomat Entrepreneur Network, menjelaskan bahwa kunci utama terletak pada upaya membangun brand image yang konsisten, kreatif, inovatif, dan berkelanjutan, sehingga sebuah brand tidak hanya dikenal, tetapi juga dipercaya dan relevan dalam jangka panjang.

Dari perspektif city branding, beberapa kepala daerah dan pejabat daerah turut memberikan arahan strategis. Ir. Mohammad Yasin, M.Si., Kepala Bappeda Jawa Timur, menyoroti digitalisasi perizinan dan pemanfaatan big data sebagai kunci menarik investasi. Sementara itu, Budi Santoso, Kepala Dinas Kominfo Banyuwangi, menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi modal utama membangun citra daerah.

Komitmen serupa juga hadir dari Drs. H. M. Sanusi, M.M., Bupati Malang, yang menegaskan roadmap daerahnya menuju sustainable tourism 2030 berbasis teknologi AI dan partisipasi masyarakat. Di sisi lain, Imam Mahmudi, Sekretaris Dinas Kominfo Surabaya, memaparkan arah pembangunan Surabaya menuju kota cerdas yang hijau, inklusif, dan kompetitif di level nasional maupun global.

Topik pemanfaatan AI semakin menguat dalam sesi bertema pemasaran dan bisnis. Cindy Buana Widyasari dari MS Glow Aesthetic Clinic Surabaya menegaskan peran AI dalam membaca kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam. Dari sektor transportasi, WisnuPramudyo mewakili KAI DAOP 8 Surabaya menunjukkan bagaimana integrasi kanal digital mampu menciptakan pengalaman pelanggan yang konsisten.

Pandangan serupa hadir dari Senjaya Gunawan, CEO Seafra 8, yang menjelaskan peran AI dalam menganalisis data, melakukan personalisasi layanan, hingga memperkuat strategi loyalty. Di bidang kesehatan, Silvia Ayu Arismawati dari CITO menekankan bahwa teknologi chatbot AI mempercepat layanan pasien, namun tetap harus diseimbangkan dengan sentuhan empati manusia.

Baca Juga: Menteri PPPA Apresiasi Gubernur Khofifah yang Komitmen Beri Perlindungan pada Perempuan dan Anak

Perspektif global datang dari Jonathan Caleb Medellu, Guinness World Records, yang menegaskan pentingnya data, standarisasi, dan verifikasi dalam menjaga konsistensi pencapaian rekor dunia. Menutup sesi ini, Jonathan Danang dari Kana Group berbagi strategi transformasi koperasi dari local champions menuju pemain global dengan dukungan inovasi dan teknologi.

Dari sisi kebijakan nasional, Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, menegaskan, “Kunci daya tahan bisnis lokal ada pada adaptasi, kolaborasi, dan konsistensi agar mampu memberi nilai tambah bagi komunitas masyarakat di tengah keterbatasan modal dan perubahan pasar.”

Hermawan Kartajaya kembali memaparkan bahwa inovasi dan kolaborasi, jika dipadukan dengan pemanfaatan AI, akan menjadi modal penting bagi Jawa Timur untuk lebih kompetitif di level nasional maupun internasional.

Selain sesi diskusi, hari kedua SMW 2025 juga diwarnai dengan penganugerahan Industry Marketing Champion 2025 Jawa Timur, Corporate EM for Impact 2025, Campus EM for Impact 2025, serta Public Service Awards 2025 Jawa Timur. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh industri, korporasi, akademisi, dan lembaga publik yang berkontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemasaran berbasis dampak positif.

Acara ditutup dengan pidato dari Dr. Agus Imam Sonhaji, Staf Ahli Walikota Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Pemkot Surabaya, yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Ia menekankan bahwa pemanfaatan AI dan strategi city branding bukan hanya jargon, tetapi peluang nyata untuk menciptakan wirausaha baru, memperkuat industri lokal, serta memperkokoh ekonomi kreatif di daerah ini. ***

Load More