- Pembangunan gedung santri di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur
- Tim melakukan audit bangunan melibatkan tim ahli
- Di Pesantren Lirboyo Kediri, ada bangunan usia di atas 100 tahun bahkan 200 tahun
SuaraJatim.id - Kementerian Pekerjaan Umum mengecek pembangunan gedung santri di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur, guna memastikan konstruksi baik sehingga aman.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Dewi Chomistriana mengemukakan dirinya sengaja datang ke Pesantren Lirboyo Kota Kediri.
Menindaklanjuti instruksi dari pemerintah atas kejadian runtuhnya bangunan di Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.
"Kami menindaklanjuti atas runtuhnya bangunan pondok di Sidoarjo, sehingga kami diinstruksikan audit ke bangunan," katanya di Kediri, Kamis 9/10.
Ia menjelaskan, tim melakukan audit bangunan mulai Rabu (8/10) hingga Sabtu (11/10).
Proses tersebut melibatkan tim ahli di bidangnya. Tim melakukan pengecekan bangunan yang sudah berdiri dan dalam tahap konstruksi.
Untuk bangunan yang sudah berdiri dilakukan pengecekan usia bangunan. Di Pesantren Lirboyo Kediri, ada bangunan usia di atas 100 tahun bahkan 200 tahun, sehingga pengecekan bangunan yang sudah cukup tua.
Selain itu, juga pengecekan tentang jumlah santri terutama yang lebih dari 1.000 santri. Di Pesantren Lirboyo Kediri ada sekitar 50 ribu santri, sehingga perlu untuk memperhatikan konstruksi bangunan.
Dari hasil audit awal, di Pesantren Lirboyo Kota Kediri ini untuk perencanaan bangunan sudah cukup baik, hanya ada beberapa penguatan yang harus dilakukan terutama untuk memperkuat dinding.
Baca Juga: DVI Ungkap Identitas 8 Korban Baru Ponpes Al Khoziny, Ini Daftarnya!
"Dan, kami sudah berikan sedikit rekomendasi ke tukang yang sedang bekerja dan santri yang menjadi pengawas. Mudah-mudahan bisa meningkatkan kualitas dari pekerjaan selanjutnya," kata dia.
Pihaknya mengakui jumlah pesantren di Indonesia cukup banyak hingga lebih dari 42 ribu pondok pesantren. Namun, Kementerian PU juga mempunyai perwakilan di setiap provinsi dan ada balai di setiap provinsi, sehingga bisa saling sinergi dengan pemerintah daerah untuk pengawasan tahapan konstruksi maupun yang sedang dibangun.
Sementara itu, Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri K.H. Oing Abdul Muid mengapresiasi kunjungan dari Kementerian PU ke pesantren ini.
Ia mengungkapkan di Pesantren Lirboyo Kediri sedang melaksanakan proyek pembangunan untuk gedung madrasah serta penginapan. Dalam proses pembangunan melibatkan tukang profesional.
Selain itu, ada juga santri yang ikut serta. Namun, ia menyebut santri itu membantu 2-3 kali dalam satu tahun paling banyak. Yang utama adalah santri yang sudah menjelang tamat, sehingga sebelum pulang ke kampung halaman mereka sengaja membantu, agar berkah.
Ia mengatakan, dengan kejadian yang menimpa Pesantren Al Khoziny Sidoarjo serta berbagai masukan dari beberapa pihak, untuk pekerja di lingkungan pesantren ditingkatkan jaminan keselamatannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim
-
Polda Jatim Siagakan Posko DVI, 20 Personel Disiapkan untuk Penanganan KM Virgo Transport 8
-
Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Lereng Gunung Lawu, Api Terlihat di Titik Ini
-
Tragedi KM Virgo Transport 8, Satu Keluarga Asal Kediri Turut Menjadi Korban
-
Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir