- DPKH Tulungagung menemukan 15 ekor rusa di Kebun Binatang Pendopo mengalami penurunan berat badan akibat stres lingkungan.
- Keterbatasan ruang gerak dan kompetisi pakan yang tidak merata menjadi penyebab utama kondisi fisik rusa menurun.
- Petugas memberikan suplemen tambahan serta pemantauan kesehatan rutin untuk memulihkan kondisi rusa dalam target tiga bulan.
SuaraJatim.id - Pemandangan rusa yang merumput di area Kebun Binatang Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Tulungagung.
Namun, belakangan ini, kegagahan satwa-satwa tersebut tampak memudar. Tubuh mereka terlihat lebih ramping, dan gerak-geriknya tak selincah biasanya.
Kondisi ini memicu gerak cepat dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif, ditemukan fakta bahwa 15 ekor rusa di sana tengah mengalami penurunan performa dan berat badan yang cukup signifikan.
Secara klinis, belasan rusa tersebut dinyatakan sehat dan bebas dari penyakit menular. Namun, ada musuh tak terlihat yang sedang menyerang fisik mereka bernama stres.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Tulungagung, Tutus Sumaryani, menjelaskan bahwa sifat liar rusa sering kali berbenturan dengan realita hidup di dalam kandang. Ruang gerak yang terbatas menjadi pemicu utama beban psikologis bagi satwa tersebut.
"Rusa itu pada dasarnya adalah satwa liar. Begitu mereka masuk ke dalam kandang dengan ruang gerak yang terbatas, mereka bisa mengalami stres. Dampaknya nyata, langsung terlihat pada penurunan kondisi fisik dan berat badan," ungkap Tutus, Kamis (2/4/2026).
Tak hanya soal sempitnya ruang, "hukum rimba" ternyata masih berlaku di balik pagar pendopo. Kompetisi pakan antar-individu dalam satu kandang membuat distribusi makanan tidak merata. Rusa yang lebih dominan akan makan lebih banyak, sementara yang lain harus puas dengan sisanya.
DPKH Tulungagung kini tengah menjalankan misi penyelamatan. Targetnya ambisius, dalam tiga bulan ke depan, performa dan berat badan rusa-rusa ini harus kembali ideal.
Strategi "diet sehat" pun mulai diterapkan. Rumput segar tetap menjadi menu utama, namun kini didampingi oleh suplemen tambahan berupa buah-buahan, sayuran, dan konsentrat yang diberikan secara bertahap.
Baca Juga: Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu Sambangi DPRD Tulungagung, Tuntut Kesejahteraan Layak
Tak berhenti di situ, petugas juga mulai rutin memberikan vitamin, obat cacing, hingga melakukan disinfeksi kandang secara berkala untuk memastikan lingkungan mereka tetap steril.
"Kami juga memastikan pemeriksaan kesehatan dilakukan rutin setiap pekan. Kami ingin memantau sejauh mana perkembangan berat badannya dan mencegah adanya gangguan kesehatan lanjutan," tambah Tutus. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu Sambangi DPRD Tulungagung, Tuntut Kesejahteraan Layak
-
5 Fakta Kebun Binatang Surabaya Usai Digeledah Kejati Jatim, Manajemen Pastikan Wisata Normal
-
Heboh Babi Jadi-Jadian di Tulungagung, Ditangkap Warga hingga Masuk Kandang Ayam
-
41 Rumah Warga Tulungagung Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI
-
Skandal Narkoba Hotel Surabaya: 3 Anggota DPRD Fraksi Gerindra Diciduk Teler, Ini Identitasnya
-
3 Anggota DPRD Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, Bakal Lolos Penjara Lewat Jalur RJ
-
Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S
-
Niat Perbaiki Pompa Air, Lansia di Madiun Tewas Usai Terperosok ke Sumur 20 Meter