Wakos Reza Gautama
Senin, 06 April 2026 | 14:55 WIB
Ilustrasi Seorang pria dilaporkan meninggal dunia di dalam mobil saat dalam perjalanan pulang bersama keluarganya di wilayah Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Suja'i Prasutio meninggal dunia dalam perjalanan pulang usai berwisata di wahana pemandian daerah Sampang, Jawa Timur.
  • Korban menghembuskan napas terakhir di kursi pengemudi mobil saat menepi di Jalan Raya Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal.
  • Tim medis menduga pria berusia 60 tahun tersebut meninggal akibat serangan jantung mendadak tanpa melalui proses autopsi.

SuaraJatim.id - Deru mesin mobil Honda HR-V putih itu perlahan melambat, lalu menepi di bahu Jalan Raya Dusun Berlantong, Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal.

Tak ada yang menyangka, pemberhentian itu menjadi titik akhir perjalanan hidup Suja'i Prasutio (60), seorang wiraswasta asal Sokobanah yang baru saja merayakan momen kebahagiaan bersama keluarganya.

Sore itu, suasana di dalam mobil seharusnya dipenuhi cerita sisa-sisa kegembiraan. Rombongan keluarga ini baru saja kembali dari wahana pemandian di Sampang.

Namun, keceriaan itu mendadak sirna saat Suja'i, yang duduk di kursi kemudi, mulai mengeluhkan kondisi tubuhnya.

"Korban tiba-tiba merasa badannya tidak enak di tengah perjalanan pulang menuju Sokobanah," ungkap seorang saksi mata dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Merespons keluhan tersebut, keluarga memutuskan untuk segera menepi. Mereka berharap istirahat sejenak bisa memulihkan kondisi sang ayah.

Namun, takdir berkata lain. Hanya dalam hitungan menit setelah mobil berhenti, kesunyian yang mencekam menyelimuti kabin kendaraan mewah tersebut.

Suja'i dinyatakan meninggal dunia tepat di atas kursi pengemudi, di hadapan anggota keluarganya yang syok dan tak berdaya. Harapan untuk sampai ke rumah dengan selamat kini berganti dengan isak tangis di pinggir jalan raya.

Warga sekitar yang menyadari situasi darurat tersebut langsung berhamburan memberikan bantuan. Tak lama kemudian, sirene ambulans memecah kesunyian Desa Pandiyangan, membawa jasad Suja'i menuju Puskesmas Ketapang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Bukan Ompreng Tapi Kresek: Skandal MBG di Sampang yang Bikin Satgas Geram

Berdasarkan diagnosa awal dari pihak medis RSUD Ketapang, kepergian mendadak pria paruh baya ini diduga kuat akibat serangan jantung, sang "pembunuh senyap" yang seringkali datang tanpa peringatan.

Kepergian Suja'i meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar di Dusun Paniniran, Desa Tamberu Barat. Mereka pun memilih untuk tidak melakukan autopsi, mengikhlaskan kepergian sang wiraswasta sebagai sebuah suratan takdir.

Load More