Wakos Reza Gautama
Kamis, 09 April 2026 | 17:25 WIB
Nur Afiah, pedagang Sari Kedelai di Dukuh Kupang Surabaya, yang cukup terdampak dengan naiknya harga plastik. [Suara.com/Dimas Angga]
Baca 10 detik
  • Pelaku usaha di Surabaya menyiasati kenaikan harga plastik dengan mengatur porsi es batu atau mengedukasi pelanggan membawa tas sendiri.
  • Lonjakan harga plastik menyebabkan volume sampah plastik di Surabaya tetap tinggi, sehingga menimbulkan anomali di Tempat Pembuangan Sampah.
  • Pemerintah Kota Surabaya menertibkan TPS karena aktivitas pemulung yang mencari sampah plastik mengakibatkan penumpukan limbah meluber hingga ke jalan.

Melihat kondisi yang mulai semrawut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi langsung memberikan instruksi tegas. Dinas Lingkungan Hidup kini dikerahkan untuk melakukan penertiban di seluruh TPS.

“Banyaknya pemilah sampah plastik berakibat pada luasan TPS yang berkurang, sehingga sampah meluber keluar sampai ke jalan-jalan. Pak Wali Kota memerintahkan kami untuk menertibkan dan merapikan seluruh TPS ini,” tegas Fikser.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Load More