Nur Afiah, pedagang Sari Kedelai di Dukuh Kupang Surabaya, yang cukup terdampak dengan naiknya harga plastik. [Suara.com/Dimas Angga]
Baca 10 detik
- Pelaku usaha di Surabaya menyiasati kenaikan harga plastik dengan mengatur porsi es batu atau mengedukasi pelanggan membawa tas sendiri.
- Lonjakan harga plastik menyebabkan volume sampah plastik di Surabaya tetap tinggi, sehingga menimbulkan anomali di Tempat Pembuangan Sampah.
- Pemerintah Kota Surabaya menertibkan TPS karena aktivitas pemulung yang mencari sampah plastik mengakibatkan penumpukan limbah meluber hingga ke jalan.
Melihat kondisi yang mulai semrawut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi langsung memberikan instruksi tegas. Dinas Lingkungan Hidup kini dikerahkan untuk melakukan penertiban di seluruh TPS.
“Banyaknya pemilah sampah plastik berakibat pada luasan TPS yang berkurang, sehingga sampah meluber keluar sampai ke jalan-jalan. Pak Wali Kota memerintahkan kami untuk menertibkan dan merapikan seluruh TPS ini,” tegas Fikser.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
-
Dilema UMKM: Naikkan Harga atau Bangkrut Gara-Gara Plastik Mahal
-
Fokus Melayani, Bukan Cari Jodoh! Kemenhaj Surabaya Larang Petugas Haji Cinlok di Tanah Suci
-
Sosialisasi Parkir Digital Surabaya Berujung Chaos: Lemparan Batu Hingga Sweeping Tengah Malam
-
Bukan Sekadar Tap-In, Parkir Digital Surabaya Picu Ketegangan Jukir vs Pemkot
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Siasat Pedagang Sari Kedelai Surabaya: Cara Bertahan di Tengah Badai Kenaikan Harga Plastik
-
Dilema UMKM: Naikkan Harga atau Bangkrut Gara-Gara Plastik Mahal
-
BRI Perkuat Holding Ultra Mikro, Kolaborasi Jepang Buka Akses Offshore Loan
-
Dari Gendong Arang ke Baitullah: Kisah Haru Nenek 91 Tahun JCH Tertua di Ponorogo
-
Dominasi Bank ASEAN di Global 500, BRI Tampil sebagai Kebanggaan Indonesia