- Warga bernama Suwardi yang hilang di kawasan Taman Nasional Baluran sejak 4 April 2026 akhirnya ditemukan tewas.
- Dua pencari madu menemukan kerangka manusia di Blok Curah Bedi pada Kamis sore, 16 April 2026 lalu.
- Tim SAR gabungan telah mengevakuasi jasad korban yang teridentifikasi melalui barang bawaan dan pemeriksaan medis pihak keluarga.
SuaraJatim.id - Taman Nasional (TN) Baluran dikenal dengan keindahan sabananya yang eksotis. Namun, di balik rimbunnya pepohonan dan liarnya hutan, tersimpan sisi gelap yang tak jarang menelan korban.
Itulah yang dialami Suwardi (68), warga Dusun Sidomulyo, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, yang jejaknya hilang ditelan rimba sejak 4 April 2026 lalu.
Setelah 12 hari pencarian besar-besaran yang seolah menemui jalan buntu, misteri itu akhirnya terjawab secara tak sengaja oleh dua pasang mata pencari madu.
Kamis sore (16/4/2026), Harianto dan Yuli sedang menyisir Blok Curah Bedi, sebuah area yang terletak sekitar enam kilometer jauh di dalam hutan dari lokasi terakhir Suwardi terlihat.
Alih-alih menemukan sarang lebah, hidung mereka justru menangkap aroma menyengat yang asing di udara hutan yang bersih. Setelah ditelusuri, pemandangan memilukan tersaji di hadapan mereka. Sesosok kerangka manusia.
Di lokasi yang terpencil itu, sebuah tas hitam tergeletak sunyi. Yang paling menggetarkan hati adalah temuan tulang-belulang yang masih terbungkus sepatu, sisa-sisa terakhir dari perjalanan jauh sang lansia yang tak pernah sampai ke rumah.
"Keluarga langsung mengonfirmasi setelah melihat dokumentasi barang-barang di lokasi. Baju, sepatu, hingga handphone, semuanya identik dengan milik korban," ujar Novix Heryadi, Kasubsi Operasi dan Siaga Kantor SAR Banyuwangi dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Proses evakuasi berlangsung dramatis hingga malam hari. Tim gabungan dari Polsek Banyuputih, petugas TN Baluran, BPBD, hingga Tagana harus menembus medan hutan untuk membawa pulang sisa-sisa jasad Suwardi.
Hasil pemeriksaan medis di RS Asembagus menyisakan fakta yang memilukan. Meski struktur tulang ditemukan lengkap dan utuh, kondisi jasad sudah terurai tidak beraturan.
Baca Juga: Pura-pura Izin ke Kamar Mandi, Siswa SMK di Situbondo Malah Hantam Wajah Sang Guru
Tim medis menduga kuat bahwa setelah Suwardi menghembuskan napas terakhir, alam liar menjalankan hukumnya, jasadnya menjadi mangsa binatang liar di jantung hutan.
“Dari kondisi gigi, dipastikan usianya di atas 60 tahun, sesuai dengan identitas korban,” tambah Novix. Proses pembusukan alami di tengah hutan tropis mempercepat hancurnya jaringan tubuh hingga hanya menyisakan kerangka dalam waktu belasan hari.
Bagi keluarga, 12 hari pencarian adalah masa-masa penuh kecemasan yang luar biasa. Namun, ketika kenyataan pahit itu datang dalam bentuk tulang-belulang, mereka memilih untuk memeluk takdir dengan lapang dada.
Sarianto, adik kandung korban, menyatakan bahwa pihak keluarga telah ikhlas. Mereka menolak dilakukan autopsi lebih lanjut agar sang kakak bisa segera diistirahatkan dengan layak di liang lahat. Dengan ditemukannya Suwardi, operasi SAR resmi ditutup.
Berita Terkait
-
Pura-pura Izin ke Kamar Mandi, Siswa SMK di Situbondo Malah Hantam Wajah Sang Guru
-
Rumah Nenek 90 Tahun di Situbondo Roboh Diterjang Angin Kencang, Begini Nasib Korban
-
Cerita Live TikTok Bupati Situbondo Buyar Gara-gara Maling Motor Dikepung Warga, Begini Kronologinya
-
5 Fakta Kerangka Manusia di Sampang, Forensik Temukan Tulang Baru di Lubang Galian
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Bukan Menolak, PDIP Bongkar Alasan Larang Kadernya Ikut Proyek Makan Bergizi Gratis
-
Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol
-
Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang
-
Dulu 17 Ribu, Kini Hanya 7 Ribu: Apa yang Membuat Warga Blitar Takut Punya Anak?
-
Karier Panjang Aiptu EW Anggota Polres Blitar Kota Hancur di Tangan Narkoba