Wakos Reza Gautama
Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:36 WIB
Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti saat meninjau sekolah roboh di SDB Kajuanak 4 Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (1/5/2026). [ANTARA/ HO-Kemendikdasmen RI]
Baca 10 detik
  • Siswa SDN Kajuanak 4 di Bangkalan terpaksa belajar di tenda darurat setelah bangunan sekolah roboh akibat badai pada November 2025.
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti meninjau lokasi reruntuhan sekolah pada 1 Mei 2026 untuk memastikan dimulainya program revitalisasi fisik secara menyeluruh.
  • Pemerintah berkomitmen membangun kembali fasilitas sekolah serta menyelesaikan status sengketa lahan demi memulihkan kegiatan belajar mengajar para siswa.

SuaraJatim.id - Bagi para siswa di SDN Kajuanak 4, Kecamatan Galis, Bangkalan, bangku sekolah bukan lagi meja kayu yang kokoh di dalam kelas, melainkan lantai teras rumah warga yang dingin atau alas tipis di bawah tenda darurat.

Sejak November 2025, saat hujan badai merobohkan bangunan sekolah mereka hingga rata dengan tanah, kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi sebuah perjuangan melawan debu dan cuaca yang tak menentu.

Namun, Jumat (1/5/2026) pagi itu, mendung kelabu yang sempat menyelimuti masa depan pendidikan di desa tersebut seolah tersingkap.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, menginjakkan kakinya langsung di atas puing-puing sekolah yang hancur itu.

Kedatangannya bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan membawa janji nyata untuk membangun kembali mimpi-mimpi yang sempat tertimbun reruntuhan.

Kepala SDN Kajuanak 4, Ningsih, tak mampu menyembunyikan binar matanya saat menyambut sang Menteri. Baginya, kunjungan ini adalah sebuah kejutan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Saya baru dikabari sehari sebelumnya. Ini benar-benar di luar dugaan. Terus terang, saya dan tim merasa seperti mendapat kado yang sangat indah. Tidak disangka Pak Menteri mau datang langsung ke sini,” ujar Ningsih.

Ningsih mengenang kembali peristiwa memilukan pada 24 November 2025. Saat itu, sekolahnya ambruk seketika setelah dihantam hujan deras dan angin kencang.

Beruntung, tragedi itu terjadi di luar jam sekolah sehingga tidak ada korban jiwa. Namun, sejak saat itu, ratusan siswa harus rela "mengungsi" demi bisa tetap belajar.

Baca Juga: Kisah Tragis Nelayan Bangkalan yang Berpulang Justru Saat Jaringnya Melimpah

Kehadiran Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Bangkalan membawa angin segar bagi warga sekolah. Berdasarkan data Kemendikdasmen, SDN Kajuanak 4 akan menerima program revitalisasi besar-besaran.

Tidak hanya rehabilitasi ruang kelas yang rusak, tetapi juga pembangunan ruang kelas baru, ruang administrasi, toilet, hingga Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

"Saya datang ke sini ingin memastikan kondisi sekolah yang sudah mengajukan program revitalisasi. Tidak lama lagi sekolah ini segera dibangun kembali," tegas Abdul Mu’ti.

Proses administrasi pun disebut telah memasuki tahap finalisasi dokumen pada Mei 2026 ini. Sebagai bukti keseriusan pemerintah, Abdul Mu’ti secara simbolis melakukan peletakan batu pertama di lokasi tersebut.

Batu pertama itu bukan sekadar material konstruksi, melainkan simbol kebangkitan pendidikan di Kecamatan Galis.

Selain urusan bangunan fisik, kunjungan ini juga menyelesaikan keraguan hukum yang sempat membayangi status lahan sekolah.

Load More