Wakos Reza Gautama
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:20 WIB
Suasana belajar mengajar di SDN Tlogo 2, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, berubah setelah sejumlah ruang kelas dan perpustakaan dibongkar untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Desa membongkar ruang kelas dan perpustakaan di SDN Tlogo 2, Blitar, untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
  • Pembongkaran fasilitas sekolah tanpa bangunan pengganti menyebabkan aktivitas belajar siswa terganggu dan ribuan buku terbengkalai di teras.
  • DPRD Kabupaten Blitar segera mengalokasikan APBD untuk membangun gedung pengganti serta mensertifikasi lahan sekolah sebagai aset daerah resmi.

SuaraJatim.id - Suasana di SDN Tlogo 2, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, tak lagi sama. Tak ada lagi ketenangan di dalam ruang kelas atau kehangatan di sudut perpustakaan.

Kini, yang terdengar hanyalah deru mesin proyek dan pemandangan tumpukan buku yang teronggok pilu di teras sekolah.

Pendidikan anak-anak di desa ini seolah dipaksa mengalah. Sejumlah ruang kelas dan perpustakaan sekolah telah dibongkar demi melapangkan jalan bagi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Ironisnya, pembongkaran dilakukan sebelum bangunan pengganti berdiri, menyisakan tanya dan keresahan mendalam di hati para wali murid.

Sejak gedung perpustakaan diratakan dengan tanah, ribuan buku koleksi sekolah kini mengungsi ke teras-teras kelas, terpapar debu dan cuaca.

Area olahraga yang biasanya riuh oleh tawa siswa pun kini menyempit, tergerus area proyek. Siswa terpaksa menumpang di lapangan sekitar hanya untuk sekadar berlari.

Muslikah, salah satu wali murid, mengungkapkan kekecewaannya. Ia sebenarnya mendukung program pemerintah desa, namun cara eksekusinya dianggap tidak berperikemanusiaan terhadap dunia pendidikan.

"Seharusnya relokasi dulu, dibangunkan gedung baru, barang-barang dipindah, baru gedung lama diambrukkan. Tapi kenyataannya kemarin dirobohkan dulu, buku-bukunya ditaruh di teras. Anak-anak belajar jadi tidak nyaman," keluhnya, Kamis (11/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Keresahan wali murid bukan tanpa alasan. Mereka takut, jika lahan sekolah tidak segera disertifikasi, lama-kelamaan aset pendidikan ini akan habis terkikis oleh proyek-proyek lain di masa depan.

Baca Juga: Ingkar Janji di Desa Tlogo Blitar: Proyek KDMP Robohkan Sekolah Sebelum Siapkan Pengganti

Kondisi memprihatinkan ini memicu reaksi keras dari Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar. Ketua Komisi IV, Sugeng Suroso, mengakui adanya ketidaksinkronan dalam proses pembangunan KDMP yang mengorbankan fasilitas sekolah.

"Wali murid resah karena gedung telanjur dibongkar, padahal bangunan penggantinya belum ada. Muncul ketakutan bahwa lahan sekolah ini akan habis pelan-pelan," ujar Sugeng saat meninjau lokasi.

Sebagai solusi darurat, DPRD memastikan pembangunan gedung pengganti akan segera didanai melalui APBD dalam mekanisme Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Sugeng juga menegaskan akan mengunci luas lahan untuk koperasi agar tidak terus merembet ke area sekolah.

"Kami pastikan tidak ada proyek yang merembet lagi. Tanah dan gedung sekolah akan langsung disertifikasi menjadi aset daerah milik Pemerintah Kabupaten agar punya kepastian hukum," tegasnya.

Load More