- Polsek Widodaren menyita 10 sepeda motor berknalpot brong di lingkungan sekolah pada Sabtu, 21 Juni 2026.
- Penindakan tersebut merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan untuk menjaga ketertiban menjelang Bulan Suro.
- Operasi dilakukan secara humanis guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat menjalankan rangkaian tradisi Bulan Suro.
SuaraJatim.id - Bulan Suro bagi masyarakat Ngawi bukan sekadar pergantian kalender. Ia adalah bulan keramat yang sarat akan tradisi, doa, dan momen sakral bagi berbagai perguruan silat untuk mengesahkan anggota barunya.
Namun, di balik kekhusyukan yang dinanti, ada satu gangguan yang kerap meresahkan warga yaitu raungan knalpot brong.
Menyadari potensi gesekan dan polusi suara yang bisa memicu ketidaktertiban, Polsek Widodaren bergerak cepat. Sabtu (21/6/2026), aparat kepolisian tidak menyisir jalan raya, melainkan masuk ke koridor pendidikan untuk melakukan operasi di area parkir salah satu sekolah.
Di bawah komando Kapolsek Widodaren, AKP M. Farid Suharta, petugas dengan teliti memeriksa deretan sepeda motor yang terparkir. Hasilnya, 10 unit motor kedapatan menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis alias knalpot brong.
Operasi ini bukan sekadar penertiban biasa, melainkan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) menjelang konsentrasi massa di Bulan Suro. Penindakan ini pun mendapat lampu hijau dari pihak sekolah yang rindu akan suasana belajar yang tenang dan tertib.
"Kami mengedepankan upaya preventif dan penegakan hukum secara humanis. Tujuannya agar masyarakat dapat menjalankan seluruh rangkaian kegiatan Bulan Suro dengan aman, tertib, dan nyaman," ujar AKP M. Farid Suharta dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Polisi tidak hanya mengamankan kendaraan, tetapi juga memberikan pemahaman bahwa aspal jalanan adalah milik bersama, dan kenyamanan orang lain adalah hak yang wajib dihormati.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Bangunan, Sekolah Rakyat Pasuruan Hadir dengan Fasilitas Mewah dan Ramah Disabilitas
-
Gagal Menyalip Berujung Adu Banteng Lawan Trailer: Pemuda 18 Tahun Tewas di Jalur Ngawi-Solo
-
Lautan Manusia di Cemoro Sewu: Ritual Malam 1 Suro di Puncak Gunung Lawu
-
Pendaftar Sekolah Rakyat di Sampang Membludak, Panitia Utamakan Kelompok Ini
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla TNBTS Meluas, Kondisi Habitat Satwa Endemik Terancam
-
Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI
-
26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat
-
92 Ribu Warga Jatim Lepas dari Kemiskinan, Apa Rahasianya?
-
Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Bernardo Tavares Puji Mental Baja Pemain Persebaya