Wakos Reza Gautama
Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:55 WIB
Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mengepung kawasan Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7/2026). Aksi massa berbaju hitam itu menjadi bentuk tekanan moral kepada aparat kepolisian agar menuntaskan kasus dugaan pembacokan terhadap dua petugas valet. [Suara.com/Dimas Angga]
Baca 10 detik
  • Ribuan anggota PSHT mengepung Mapolrestabes Surabaya pada Jumat, 31 Juli 2026, untuk menuntut penuntasan kasus pembacokan petugas valet.
  • Massa mendesak polisi segera menangkap seluruh pelaku kekerasan dan penerapan Undang-Undang Darurat terkait kepemilikan senjata tajam.
  • Kapolrestabes Surabaya menyatakan satu pelaku berinisial S ditangkap dan satu pelaku berinisial P dalam pengejaran.

"Kami minta bantuan seluruh masyarakat. Jika mengetahui keberadaan pelaku, silakan segera laporkan kepada kami agar bisa segera dilakukan penangkapan," ujarnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP David Manurung menambahkan, identitas pelaku yang masih buron telah dikantongi penyidik berdasarkan hasil analisis rekaman CCTV.

"Identitasnya sudah kami kantongi. Pelaku berinisial P dan saat ini masih dalam pengejaran," kata David.

Pernyataan tersebut disambut positif oleh massa aksi. Setelah memperoleh kepastian bahwa pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan, ribuan anggota PSHT membubarkan diri secara tertib.

Rombongan meninggalkan kawasan Mapolrestabes Surabaya menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat dengan pengawalan aparat kepolisian. Aksi berlangsung aman tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun bentrokan.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Load More