Wakos Reza Gautama
Selasa, 01 September 2026 | 22:42 WIB
Bupati Sidoarjo, Subandi saat melihat langsung ratusan santri korban keracunan MBG di IGD RSUD Notopuro Sidoarjo, Selasa (1/9/2026). [Suara.com/Dimas Angga]
Baca 10 detik
  • Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo dirawat akibat dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis pada Selasa (1/9/2026).
  • Bupati Sidoarjo H Subandi memastikan seluruh korban ditangani di tiga rumah sakit dan membantah adanya isu korban meninggal dunia.
  • Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana memeriksa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kali Tengah untuk menelusuri penyebab gangguan kesehatan tersebut.

SuaraJatim.id - Jumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yang harus menjalani perawatan medis usai mengalami gejala diduga keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah.

Lonjakan jumlah pasien tersebut membuat Bupati Sidoarjo H Subandi turun langsung memantau kondisi para santri di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Notopuro Sidoarjo, Selasa (1/9/2026).

Subandi memastikan seluruh santri yang menjalani perawatan telah mendapatkan penanganan medis. Ia juga secara tegas membantah informasi yang menyebut terdapat korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

“Ini semuanya anak-anak kita yang di rumah sakit sudah termonitor semua. Yang sudah sembuh kami suruh pulang. Jadi tidak ada yang meninggal. Semua pasien tertangani dengan baik,” kata Subandi.

Menurut dia, para santri dirawat di tiga rumah sakit. Selain RSUD Notopuro Sidoarjo, puluhan santri juga mendapat penanganan di RS Siti Hajar dan RS Delta Surya.

Di RS Siti Hajar, sekitar 58 santri menjalani perawatan. Sementara di RS Delta Surya terdapat sekitar 15 pasien dengan kondisi yang disebut relatif ringan.

Adapun jumlah santri yang sempat mendapat penanganan medis di rumah sakit diperkirakan mencapai hampir 250 orang, meski sebagian di antaranya telah menunjukkan kondisi membaik dan diperbolehkan pulang.

“Yang di rumah sakit ini kurang lebih hampir 200-an. Tapi sudah membaik semua. Yang di Rumah Sakit Siti Hajar kurang lebih ada sekitar 58 dan juga tertangani dengan baik,” ujarnya.

Subandi meminta para wali santri tidak panik. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kata dia, telah menginstruksikan seluruh rumah sakit untuk memberikan penanganan maksimal hingga kondisi para santri benar-benar pulih.

Baca Juga: Ratusan Santri Dilarikan ke RS Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo

“Kami sudah instruksikan direktur rumah sakit agar anak-anak ini ditangani sampai selesai. Setelah kondisinya benar-benar baik, baru dipulangkan. Jadi wali santri tidak usah khawatir,” tegasnya.

Peristiwa ini terjadi setelah sejumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam mengalami gejala sakit usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meningkatnya jumlah santri yang harus mendapatkan perawatan kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Subandi mengatakan pemerintah daerah akan melakukan pemeriksaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah yang terkait dengan distribusi makanan tersebut.

“Besok insyaallah akan kita cek ke sana bersama seluruh dinas pengampu, termasuk terkait perizinannya,” katanya.

Pemeriksaan tersebut menjadi langkah lanjutan untuk menelusuri penyebab ratusan santri mengalami gangguan kesehatan secara bersamaan setelah menyantap makanan.

Load More