Ronald Seger Prabowo
Rabu, 02 September 2026 | 11:39 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak [Instagram/emildardak]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur menangani 448 korban dugaan keracunan makanan dari berbagai satuan pendidikan Sidoarjo pada Rabu (2/9/2026).
  • Dugaan keracunan bersumber dari makanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kali Tengah yang operasionalnya kini dihentikan sementara oleh pemerintah.
  • Pemerintah daerah menanggung seluruh biaya medis korban dan menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

SuaraJatim.id - Pemprov Jawa Timur memprioritaskan penanganan korban dugaan keracunan makanan yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam, Sidoarjo. Hingga Rabu (2/9/2026) dini hari, tercatat 424 santri diduga terdampak.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing setelah dirinya mengunjungi korban di RSUD Notopuro Sidoarjo.

“Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien,” kata Emil, Rabu (2/9/2026).

Hingga pukul 00.30 WIB, sejumlah pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan membaik. Meski demikian, rumah sakit tetap bersiaga untuk mengantisipasi pasien lain yang membutuhkan penanganan.

Emil mengatakan dugaan kejadian serupa juga ditemukan di sejumlah satuan pendidikan lain di Sidoarjo pada hari yang sama. Kesamaan dari sejumlah kasus tersebut yakni para penerima manfaat mendapatkan makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, pada Selasa (1/9/2026).

“Selain pesantren, terdapat sejumlah satuan pendidikan lain yang mengalami kejadian serupa dan seluruhnya memiliki kesamaan yakni menerima makanan dari SPPG Kali Tengah,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menghentikan sementara operasional SPPG Kali Tengah. Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.

Pemprov Jatim juga melakukan pemantauan terhadap seluruh satuan pendidikan penerima manfaat untuk memastikan tidak ada siswa maupun santri yang mengalami gejala tetapi belum mendapatkan penanganan medis.

448 Orang Terdampak

Baca Juga: Ratusan Santri Dilarikan ke RS Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina menyebut hingga Rabu (2/9) pukul 00.45 WIB, korban dugaan keracunan dari Ponpes Manba'ul Hikam mencapai 424 santri.

Selain itu, terdapat 24 orang dari luar lingkungan pesantren yang juga diduga mengalami kejadian serupa. Dengan demikian, total korban yang tercatat mencapai 448 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 173 orang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Pemprov Jawa Timur memastikan biaya penanganan medis seluruh korban, baik yang dirawat di rumah sakit milik pemerintah maupun swasta, ditanggung pemerintah daerah.

Pemerintah kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan keracunan serta menentukan langkah penanganan selanjutnya.

[ANTARA]

Load More