- Sebanyak 431 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo keracunan program Makan Bergizi Gratis pada Selasa, 1 September 2026.
- Wagub Jatim Emil Dardak meninjau RSUD Notopuro dan menegaskan penyelidikan menyeluruh terhadap 19 lembaga pendidikan terdampak.
- Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional dapur SPPG Tanggulangin Kalitengah sambil menunggu hasil investigasi laboratorium.
SuaraJatim.id - Sebanyak 431 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo harus dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis setelah mengalami keracunan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jumlah korban yang terus bertambah membuat Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turun langsung ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Notopuro Sidoarjo untuk memantau penanganan para korban, Selasa (1/9/2026) malam.
Kasus ini tidak hanya berdampak pada satu pondok pesantren. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 19 lembaga pendidikan terdampak karena sama-sama menerima distribusi makanan dari SPPG Tanggulangin Kalitengah.
Di tengah membengkaknya jumlah korban, dapur penyedia makanan MBG tersebut akhirnya dihentikan sementara operasionalnya.
Bongkar Akar Masalah
Emil Dardak menegaskan penyelidikan tidak boleh berhenti hanya pada kesimpulan adanya bakteri dalam hasil pemeriksaan laboratorium.
Menurutnya, pemerintah harus mampu mengungkap akar persoalan secara utuh, termasuk menelusuri air, bahan makanan, proses pengolahan hingga distribusi makanan kepada ribuan penerima manfaat.
“Sering kali hasil laboratorium kesimpulannya ada bakteri. Tapi kita belum menjawab akar masalahnya,” ujar Emil.
Pemeriksaan kini dilakukan terhadap berbagai kemungkinan sumber kontaminasi, termasuk sumber air utama dan sampel makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat.
Baca Juga: 293 Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, 8 Orang Kondisi Berat
Dari data sementara yang diterima pemerintah, sumber air disebut berasal dari PDAM. Namun, pemeriksaan laboratorium tetap dilakukan untuk memastikan apakah terdapat persoalan dalam rantai pengolahan makanan.
Menu yang dikonsumsi para korban disebut terdiri atas nasi, telur orak-arik, tempe dan sayur manisa. Namun, penelusuran awal menunjukkan persoalan tidak bisa serta-merta diarahkan kepada satu jenis makanan.
Emil mengungkapkan, terdapat santri yang tidak mengonsumsi sayur tetapi tetap mengalami gejala serupa.
“Jadi tidak bisa diisolir bahwa yang tidak makan sayur juga kena, artinya bukan sayur yang bermasalah. Tidak segampang itu,” katanya.
Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa investigasi harus dilakukan terhadap seluruh rantai produksi makanan, bukan hanya pada satu jenis menu.
19 Lembaga Pendidikan Terdampak
Berita Terkait
-
293 Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, 8 Orang Kondisi Berat
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
-
Ratusan Santri Dilarikan ke RS Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo
-
Aksi 'Duka' BEM SI Jatim di Grahadi: Sentil Anggaran Makan Bergizi Gratis di Tengah Bencana
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia
-
Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi
-
Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang
-
Mitsubishi Destinator Ultimate: 7-Seater Family Car yang Bikin Perjalanan Keluarga Lebih Mewah
-
Tak Perlu Ribet, Qlola Mobile BRI Permudah Akses Finansial Perusahaan