Driver Ojol Demo dengan Rekayasa Salat Jenazah, Kyai Jawa Timur Protes

Pebriansyah Ariefana
Driver Ojol Demo dengan Rekayasa Salat Jenazah, Kyai Jawa Timur Protes
Sejumlah driver ojek online menjemput penumpang di kawasan Stasiun Palmerah, Jakarta, Senin (2/9). [Suara.com/Arya Manggala]

Prosesi salat jenazah tak tepat.

SuaraJatim.id - Seorang kyai di Jawa Timur protes dengan aksi demonstrasi ojek online atau ojol yang melakukan salat jenazah rekayasa saat aksi. Menurutnya, cara itu tidak pantas karena menjadikan ritual agama sebagai candaan.

Aksi protes yang disertai dengan salat jenazah dilakukan Driver Online Mojokerto (DOM) di halaman terminal Kertajaya itu pun dinilai tidak tepat.

Dalam aksi tersebut para mitra GoCar mengemukakan keberatannya atas pemotongan insentif yang dirasa terlalu besar. Oleh sebab itu, digelar prosesi sholat jenazah yang menjadi simbol kekecewaan.

Namun, prosesi salat jenazah dianggap tidak tepat dalam konteks sebagai simbol dalam sebuah aksi yang tidak berada dalam ranah agama.

Zahrul Azhar Asaad atau yang akrab dipanggil Gus Hans mengungkapkan pendapat yang senada, jika tindakan itu bukanlah ekspresi yang perlu dilakukan.

“Menyampaikan ekspresi kekecewaan itu sah-sah saja, tetapi tidak harus membawa ranah hal yang sifatnya ibadah. Toh itu kan permasalah perselisihan paham yang belum tentu total benar dan atau total salah,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/11/2019).

Ia melanjutkan jika bentuk penyampaian gagasan dapat disampaikan dengan cara lain.

“Sampaikan saja melalui demonstrasi yang lebih universal dan rasional sehingga tidak perlu membawa ranah agama.”katanya.

Menurutnya masyarakat perlu memperhatikan setiap tindakan yang membawa unsur agama. Karena menjadikan agama sebagai candaan adalah kebiasaan orang orang yang tidak beradab.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS