Balita yang Jadi Korban Penganiayaan Kini Sudah Bisa Berinteraksi

Chandra Iswinarno
Balita yang Jadi Korban Penganiayaan Kini Sudah Bisa Berinteraksi
Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]

Pesta menambahkan, balita tersebut sudah mulai berinteraksi dengan dokter atau perawat yang sebelumnya kurang direspon JA.

SuaraJatim.id - JA, balita berusia empat tahun berinisial yang diduga mendapat penyiksaan dari bibinya masih dalam perawatan intensif untuk pemulihan

"Iya, hingga saat ini balita itu masih dirawat untuk pemulihan," kata Humas RSUD Dr Soetomo Surabaya Pesta Parulian saat dikonfirmasi pada Minggu (1/12/2019).

Pesta menambahkan, balita tersebut sudah mulai berinteraksi dengan dokter atau perawat yang sebelumnya kurang direspon JA.

"Sudah ada kemajuan, dia sudah bisa berinteraksi dengan orang saat ini," imbuhnya.

Meski begitu, pihak RS memastikan tetap melakukan observasi lebih lanjut kepada JA sampai kondisinya benar-benar pulih.

"Kami memeriksa semuanya, dari dokter saraf, anestesia, psikologi pada balita tersebut," ungkap Pesta.

Sementara, Kepala Bidang PUHA dan PPA Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya Ida Widawati menjelaskan, pihaknya belum melakukan tindakan pada JA karena masih menunggu tindakan dan proses dari Polrestabes.

"Kami belum, menunggu dari PPA Polrestabes Surabaya," katanya.

Seperti diketahui, JA sempat dibawa ke rumah sakit karena diklaim mengalami keracunan obat pada Jumat (29/11/2019). Namun saat dirawat ditemukan banyak luka lebam di bagian wajah dan alat vital JA.

Karena adanya temuan itu, polisi membuat laporan tipe A dengan dasar adanya temuan kasus. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh kepolisian.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS