Anak TKI di Jember Kesulitan Cari Masker Pesanan untuk Ibunya di Hong kong

Chandra Iswinarno
Anak TKI di Jember Kesulitan Cari Masker Pesanan untuk Ibunya di Hong kong
Penjual masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (05/02). [Suara.com/Alfian Winanto]

Selain untuk ibunya dan keluarga majikan, masker itu sedianya akan digunakan di rumah sakit.

SuaraJatim.id - Erina Frataria (32) Warga Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember mengaku kesulitan mendapatkan masker untuk dikirimkan ke ibunya yang sedang bekerja di Hong Kong. Dia mengatakan seminggu terakhir berupaya membeli masker melalui penjualan daring maupun luring itupun hanya dapat beberapa lembar.

Dia mengatakan, selain untuk ibunya dan keluarga majikan, masker itu sedianya akan digunakan di rumah sakit. Suami dan istri majikan ibunya bekerja di rumah sakit dan turut mencarikan masker kebutuhan tenaga kesehatan di sana.

"Majikannya ibuku, suami istri kerja di rumah sakit, nggak ada masker. (Saya di)suruh nyarikan, harganya berapa aja mau," kata Erina saat dihubungi pada Selasa (11/2/2020).

Dia menceritakan di marketplace daring harga masker yang sebelumnya Rp 25 ribu telah menjadi Rp 250 ribu per kardus. Sementara yang sebelumnya Rp 15 ribu per kardus berisi 50 lembar menjadi Rp 150 ribu.

Sementara di Jember, dia hanya bisa mendapatkan 10 lembar dengan harga Rp 19.500 per lembar. Meskipun harga sudah tinggi, keterangan stok di marketplace daring maupun toko luring dinyatakan habis.

"Aku juga nyari, adikku juga nyari, ada harga Rp 90 ribu (per boks) murah inden. Tapi sudah seminggu tidak datang-datang. Sekarang nyari wes nggak ada," kata dia lagi.

Dia juga menceritakan minggu lalu ibunya mengirim foto antrean panjang pembeli masker di Kota Jordan, Hong Kong. Mereka mengantre mulai pukul 05.00 pagi sampai pukul 15.00 sore waktu setempat dan belum mendapatkan masker, hingga ada orang tua berkursi roda yang menangis sedih.

Banyak pekerja diliburkan dari tugas-tugas yang biasa mereka kerjakan dan disuruh mengantri membeli masker di apotik. Kawan seprofesi ibunya justru menjual masker dengan harga 150 HKD atau Rp 263.655 per lembar (kurs 11/2/2020).

Pegiat sosial di Jember Maya Cendrawasih berupaya menggalang bantuan yang akan dikirimkan ke Hong Kong. Tak hanya masker, dia mengatakan kebutuhan orang-orang di Hong Kong saat ini juga berupa tisu toilet, popok bayi dan dewasa, serta pembalut wanita.

Belum banyak yang bisa dikumpulkan karena sedikitnya stok di pasaran, yakni hanya 300 gulung tisu toilet dan 15 box masker n95 dari BPBD Jember. Berapapun yang terkumpul akan dikirimkan Jumat mendatang (14/2/2020).

"Padahal itu virus yang bisa mematikan orang. Jangan mencari keuntungan di antara menyakiti orang lain," kata Maya yang geram pada penjual yang melambungkan harga masker.

Sebelumnya diberitakan laman resmi Kantor Staf Presiden, ksp.go.id mempublikasikan sampai Selasa (11/2/2020), 40.571 orang positif terjangkit Virus Corona. Dari jumlah itu, 3.493 orang berhasil disembuhkan dan 910 orang meninggal dunia yang salah satunya warga Hong Kong.

Dalam beberapa studi, masker dianggap efektif mencegah penyebaran Virus Corona sehingga diburu masyarakat di negara yang dihampiri virus ini. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada International Journal of Infectious Disease menemukan bahwa, penggunaan masker yang benar dapat menurunkan risiko terdiagnosis penyakit seperti flu sebanyak 80 persen lebih rendah.

Kontributor : Ahmad Su'udi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS