Indeks Terpopuler News Lifestyle

Korban Perkosaan Pendeta Cabul Surabaya Diduga Lebih dari Satu Anak

Pebriansyah Ariefana Sabtu, 07 Maret 2020 | 15:20 WIB

Korban Perkosaan Pendeta Cabul Surabaya Diduga Lebih dari Satu Anak
HL, pendeta cabul Surabaya (Suara.com/Ali)

Namun belum ada bukti.

SuaraJatim.id - Korban perkosaan pendeta cabul Surabaya, HL diduga lebih dari satu. Informasi yang didapat Suara.com, selain jemaatnya yang masih di bawah umur berinisial IW, pendeta HL yang kini jadi tersangka dan ditahan ini juga diduga mecabuli anak lainnya.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim masih menyelidiki dugaan itu. Sebab sampai kini belum ada keterangan yang didapat bawah tersangka telah mencabuli lebih dari satu korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangie mengatakan, untuk saat ini berdasarkan laporan, korban pencabulan tersangka pendeta HL masih satu orang.

"Berdasarkan laporan, korbannya masih satu orang," jelas Pitra, Sabtu (7/3/2020).

Penyidik sendiri, lanjut Pitra, masih terus melakukan pengembangan untuk mencari bukti atau saksi yang menguatkan dugaan tersebut.

"Kita pasti dalami. Nanti keterangan tersangka akan diambil untuk mencari bukti baru," tegasnya.

Pendeta cabul Surabaya HL akhirnya ditetapkan tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim. Dirinya disangkakan kasus pencabulan dan pemerkosaan anak dibawah umur yang juga merupakan jemaatnya.

Penetapan tersangka pendeta cabul Surabaya, HL setelah penyidik melakukan gelar perkara dan mencukupi dua alat bukti.

"Sebelumnya kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan (pendeta HL). Dengan adanya dua alat bukti cukup, kita tetapkan tersangka," jelas Pitra.

Untuk diketahui, seorang pendeta di Surabaya diduga mencabuli jemaatnya. Tak tanggung-tanggung, pendeta berinisial HL ini mencabuli korbannya selama 17 tahun atau sejak korban berumur 9 tahun. Jeanie Latumahina, aktifis perempuan yang diminta mengawal kasus yang telah dilaporkan ke Polda Jatim pada 20 Februari 2020 dengan nomor LPB/ 155/ II/ 2020/ UM/ SPKT itu menceritakan, terungkapnya kasus ini berawal ketika korban berinisial IW (26) akan melangsungkan pernikahan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait