alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Virus Corona Kemungkinan Bisa Bermutasi Jadi Liar Lalu Merusak Vaksin

Muhammad Taufiq Selasa, 24 November 2020 | 16:44 WIB

Virus Corona Kemungkinan Bisa Bermutasi Jadi Liar Lalu Merusak Vaksin
WHO menyebut vaksin covid 19 masih belum tersedia luas pada pertengahan tahun 2021.

Virus mutan mampu bereplikasi secara liar meskipun ada vaksin dan itu dapat membuat pasien sakit kembali.

SuaraJatim.id - Sejumlah ilmuan memperingatkan jika virus bisa bermutasi menjadi lebih liar. Jika hal itu terjadi maka vaksin yang diciptakan sebagai antivirus akan menjadi rusak gara-gara mutasi tadi.

Mutasi spontan pada materi genetik virus mencegah vaksin bekerja, sehingga virus mutan mampu bereplikasi secara liar meskipun ada vaksin dan itu dapat membuat pasien sakit kembali.

Bagaimana dengan virus Corona? Ahli mikrobiologi Andrew Read dari Evan Pugh University mengatakan hasil seperti itu mungkin terjadi. Namun, Read mengatakan vaksin Covid-19 mungkin bisa gagal, tetapi jika memiliki sifat tertentu kegagalan tersebut dapat dicegah.

Jika Covid-19 dapat berkembang sebagai respons terhadap vaksin, ada beberapa kondisi yang bisa terjadi. Hal paling jelas adalah apa yang terjadi dengan virus flu.

Baca Juga: Keluarga Gus Ipul Terpapar Covid-19, Istri dan 2 Anaknya Masih Dirawat

Imunitas bekerja ketika antibodi atau sel kekebalan mengikat molekul di permukaan virus. Jika mutasi pada molekul-molekul di permukaan virus berubah, antibodi tidak dapat menangkapnya dan virus dapat melarikan diri.

Proses tersebut menjelaskan mengapa vaksin flu musiman perlu diperbarui setiap tahun. Jika hal ini juga terjadi pada Covid-19, maka vaksin Covid-19 juga perlu sering diperbarui.

Kondisi lain yang lebih berbahaya adalah jika virus mengembangkan cara untuk bereplikasi lebih cepat daripada kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin. Virus dapat menargetkan sistem kekebalan dan mengurangi kekebalan yang dipicu oleh vaksin.

Banyak mikroba dapat bertahan hidup di dalam tubuh manusia karena kemampuannya yang luar biasa untuk mengganggu sistem kekebalan. Sebelum Covid-19 muncul, Read dan timnya membandingkan vaksin yang tetap bekerja dengan vaksin yang telah dirusak oleh evolusi patogen.

Ternyata, vaksin yang benar-benar tahan evolusi virus memiliki tiga ciri. Pertama, vaksin sangat efektif dalam menekan replikasi virus. Ini menghentikan transmisi lebih lanjut. Tidak ada replikasi, tidak ada transmisi, dan tidak ada evolusi.

Baca Juga: Waduh, Warga Sedusun di Kota Batu Terpapar Covid-19 Usai Melayat Tetangga

Kedua, vaksin tahan evolusi memicu respons kekebalan yang menyerang beberapa bagian mikroba yang berbeda pada saat yang bersamaan. Sangat mudah bagi satu bagian dari virus untuk bermutasi dan melarikan diri dari target. Ketiga, vaksin tahan evolusi melindungi dari semua strain yang beredar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait