alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 4,5 Km

Muhammad Yunus Sabtu, 16 Januari 2021 | 19:35 WIB

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 4,5 Km
Ilustrasi: Awan panas guguran Gunung Semeru. [foto: BNPB]

Gunung Semeru meletus. Mengeluarkan awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer

SuaraJatim.id - Gunung Semeru meletus. Mengeluarkan awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer pada Sabtu (16/1) sore pukul 17.24 WIB.

Warga yang melihat awan panas panik dan berlarian menyelamatkan diri ke daerah yang lebih tinggi. Warga sempat merekam peristiwa erupsi Gunung Semeru.

Menurut laporan pengamatan visual sementara Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, terlihat asap meluncur ke arah tenggara.

Diduga dari dari kawah Jonggring Kaloko berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar.  Sedangkan untuk hujan abu vulkanik diperkirakan mengarah ke utara, menyesuaikan arah angin.

Baca Juga: 2 Hari Mengungsi, Warga Mamuju dan Majene Mulai Terserang Penyakit

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, peristiwa sudah dikonfirmasi Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, bahwa perkiraan awal lokasi tersebut berada di daerah sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan.

"Gunung semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4.5 kilo. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas," jelas Bupati Thoriqul.

Mengenai status gunung, saat ini Gunung Semeru masih berada pada level II atau 'Waspada' dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang melakukan evaluasi lebih lanjut.

Sementara itu, masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan dan sekitarnya agar waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan.

Dalam hal ini, khususnya masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan agar tetap waspada dalam menghadapi adanya intensitas curah hujan yang tinggi, sebab hal itu dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin.

Baca Juga: Bantuan Korban Gempa Majene dan Mamuju Dicegat dan Dirampas Warga

Hingga siaran pers ini diturunkan, tim gabungan lintas Kementerian/Lembaga masih dalam proses pengembangan informasi dan belum ada keterangan adanya korban jiwa atas peristiwa tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait