alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Setelah Dites Kesehatan, Ternyata Bupati Lumajang Tidak Bisa Divaksin

Muhammad Taufiq Kamis, 28 Januari 2021 | 16:25 WIB

Setelah Dites Kesehatan, Ternyata Bupati Lumajang Tidak Bisa Divaksin
Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat tes kesehatan sebelum vaksin. Hasilnya dinyatakan gagal [Foto: Suarajatimpost]

Bupati Lumajang Thoriqul Haq tidak bisa disuntik vaksin dalam program vaksinasi tahap pertama di kabupaten tersebut, Kamis (28/01/2021).

SuaraJatim.id - Bupati Lumajang Thoriqul Haq tidak bisa disuntik vaksin dalam program vaksinasi tahap pertama di kabupaten tersebut, Kamis (28/01/2021).

Bupati Thoriq dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk disuntik vaksin setelah menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum vaksinasi.

Hal itu karena Bupati Lumajang tidak lolos dalam dalam proses screening sebelum divaksinasi Covid-19.

"Iya saya tidak lolos persyaratan vaksin, karena pernah positif Covid-19," katanya, seperti dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com.

Baca Juga: Selain Ariel, Risa Saraswati Juga Ikut Divaksinasi Hari Ini

Yang lolos vaksin, kata Bupati Lumajang, ada Ketua DPRD Lumajang, Dandim 0821/Lumajang, Ketua PCNU Lumajang, Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang.

"Iya, saya dan Pak Kapolres jadi pendonor plasma, saya sudah sekali, minggu depan lagi, setiap dua minggu. Pak Kapolres sudah empat kali donor plasma," paparnya.

Sedangkan menurut Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Anang Achmad Syaifuddin, kepada media ini juga menyampaikan kalau dirinya merasa lega, karena vaksin untuk Covid-19 sudah ditemukan.

"Alhamdulillah mas, lega, sudah di temukan vaksin, dan hari ini realisasi vaksinasi. Mari kita sambut dengan riang gembira vaksinasi di Kabupaten Lumajang, vaksin ini aman dan halal," ungkap politisi PKB ini.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang, Agus Triyono, mengatakan kalau dirinya tidak lolos screening dalam pencanangan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga: Tinjau Vaksinasi Massal di UGM, Menkes Budi Gunadi Bicara Soal Zombie

"Saya tidak lolos screening, belum prioritas, karena pernah kontak erat dengan pasien confirm," jawabnya singkat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait