SuaraJatim.id - Seorang tukang becak terpaksa tinggal di tenda setelah rumahnya rata dengan tanah. Namanya Sumawi, warga Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Sumawi membuat tenda sendiri yang dijadikan rumah tinggal sementara gara-gara rumahnya roboh diterjang hujan dan angin kencang pada 25 Januari 2021 lalu.
Untuk perabot rumahnya dititipkan ke kerabat dekat. Ironisnya, sampai sekarang Sumawi tidak juga mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Alhasil, sampai sekarang Ia belum bisa membangun rumah mengingat pendapatan sebagai tukang becak tidak besar.
Sementara ini, Ia cukup tidur di tenda, mengenakan tikar. Sementara saat hujan deras dan angin kencang tiba ia terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya.
Baca Juga:Berkunjung ke Blitar? Kamu Bisa Mampir ke 5 Destinasi Wisata Gratis Ini
"Kemarin ada sebenarnya (bantuan), ada sedikit bantuan dari pemerintah, tapi sekarang saya bingung bagaimana untuk membangun kembali rumah ini ," kata Sumawi, seperti dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com, Selasa (02/02/2021).
Sumawi tinggal di tenda di bekas rumahnya
Sumawi menjelaskan sempat diminta pemerintah desa untuk meminta KTP-nya, dengan alasan akan diajukan bantuan ke pemerintah daerah. Namun setelah ditindak lanjuti lagi justru KTP nya hilang.
"Bantuannya tidak dapat, malah KTP saya juga hilang," ujarnya.
Pihaknya berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah bisa hadir untuk membantu mengurangi bebannya, sehingga bisa hidup normal kembali seperti sedia kala.
Baca Juga:Brukk! Ibu-ibu Tertimpa Rumah Ambruk di Pakuhaji karena Puting Beliung
"Walaupun saya hanya hidup berdua, saya cuman bisa berdoa dan berharap agar bisa hidup normal kembali, dan bisa membangun tempat tinggal kembali," katanya.
Hingga berita ini ditayangkan, dari pemerintah desa setempat masih belum ada yang bisa memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut.