alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kewalahan, Pemuda Kampung Miliarder Patroli Tolak Serbuan Marketing Produk

Muhammad Taufiq Rabu, 24 Februari 2021 | 14:40 WIB

Kewalahan, Pemuda Kampung Miliarder Patroli Tolak Serbuan Marketing Produk
Kampung miliarder Tuban Jawa Timur pasang banner tolak aktivitas marketing produk [Foto: BlokTuban]

Kampung miliarder Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terus diserbu marketing produk.

SuaraJatim.id - "Ada gula ada semut. Di mana ada uang, di situlah banyak orang datang." Pepatah lama ini agaknya cocok menggambarkan situasi di kampung miliarder Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Betapa tidak, kampung yang warganya mendadak kaya ini segera menjadi sasaran marketing produk. Para marketing ini segera ramai-ramai datang ke sana menawarakan produk mereka.

Saking banyaknya aktivitas marketing di sana, sampai-sampai karang taruna setempat keliling kampung membuat pengumuman melarang segala bentuk aktivitas marketing di sana.

Selain itu, mereka juga mulai memasang spanduk dan banner larangan aktivitas marketing ini, Rabu (24/2/2021) pagi. Demikian dikutip dari blokTuban.com, jejaring media suara.com.

Baca Juga: Baru Beli, 15 Mobil Miliarder Tuban Masuk Bengkel, Rusak, Baret-baret

Banner tersebut dipasang oleh pemuda karang taruna desa sekitar pukul 08.00 Wib didampingi TNI dan Polri di delapan titik strategis. Para pemuda juga berkeliling desa menggunakan kendaraan sambil woro-woro menggunakan pengeras suara.

Selain larangan aktifitas marketing di kampung miliarder setelah pembebasan lahan kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) Tuban, juga ada imbauan kepada warga untuk lebih waspada terhadap penawaran investasi yang belum jelas dan berpotensi penipuan.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Wadung, Sasmito, menerangkan inisiatif pemasangan banner larangan aktivitas marketing menindaklanjuti laporan masyarakat yang sering didatangi orang asing luar desa.

"Warga kami banyak yang didatangi sales marketing ke rumahnya tanpa ada koordinasi dengan Pemdes. Mereka resah sehingga Pemdes bersama karang taruna langsung bergerak," ujar Kades Sasmito kepada reporter blokTuban.com.

Ramainya aktifitas marketing di Desa Wadung, lanjut Sasmito bersamaan dengan viralnya warga Desa Sumurgeneng beli mobil waktu lalu.

Baca Juga: Belasan Mobil Miliarder Tuban Masuk Bengkel, Ini Deretan Faktanya

Sejak itu banyak tamu tak dikenal dan tidak diharapkan datang ke desa. Baik dari marketing, niaga investasi, maupun sumbangan yang mengatasnamakan yayasan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait