Kemudian cabai keriting sebelumnya Rp 60.000 per kilogram turun menjadi Rp 40.000 per kilogram. Sedangkan sejumlah komoditas lain terpantau dalam kondisi stabil yakni gula pasir, beras, dan bawang putih.
Wali Kota Madiun Maidi menanggapi kenaikan harga sejumlah komoditas mengatakan beberapa program strategis telah dilakukan Pemkot Madiun untuk menjaga kestabilan stok dan harga bahan kebutuhan pokok. Khususnya, komoditas yang mengalami kenaikan harga akibat beberapa faktor. Salah satunya, cabai rawit.
"Pemkot Madiun telah berupaya menghidupkan kembali lahan-lahan "tidur" di wilayah kota. Salah satunya, seperti di kebun PDAM dengan ditanami komoditas penting bagi warga Kota Madiun seperti bawang merah dan cabai. Saat ini sudah bisa dipanen sehingga bisa berpengaruh terhadap harga di pasaran," kata Wali Kota Maidi.
Selain itu, Pemkot Madiun juga berkoordinasi dengan daerah sekitar sebagai penghasil komoditas. Harapannya, upaya tersebut mampu menjaga stok bahan kebutuhan pokok di Kota Madiun tetap aman sehingga harga tidak mengalami kenaikan.
Baca Juga:Umat Islam di China Mulai Puasa Ramadhan Selasa Besok
Lebih lanjut, Wali Kota Maidi juga mengimbau kepada tim pengendali inflasi daerah (TIPD) Kota Madiun untuk intensif melakukan pemantauan harga di pasar menjelang bulan Ramadhan.
Tim juga diminta mengumpulkan permasalahan yang dihadapi oleh pedagang. Sehingga, jika ada masalah dapat segera diselesaikan dan tidak menimbulkan gejolak yang lebih besar, utamanya di saat tingginya permintaan pasar jelang Lebaran 2021.