alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Istri ABK KRI Nanggala yang Ingin Bangunkan Sahur Suaminya lewat WA

Chandra Iswinarno Kamis, 22 April 2021 | 19:45 WIB

Kisah Istri ABK KRI Nanggala yang Ingin Bangunkan Sahur Suaminya lewat WA
Kesedihan selimuti Helen, istri Serda Diyut Subandriyo (37). (Antara)

Harapan dan doa Helen agar sang suami, Serda Diyut Subandriyo yang tercatat menjadi ABK KRI Nanggala 402, bisa diselamatkan terus disampaikan.

SuaraJatim.id - Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 di perairan sebelah utara Pulau Bali menyisakan harapan yang besar bagi keluarga anak buah kapal (ABK) agar bisa kembali dengan selamat. Harapan tersebut disampaikan Helen, istri Serda Diyut Subandriyo yang tercatat menjadi ABK KRI Nanggala-402.

Serda Diyut sendiri diketahui merupakan warga Kota Madiun, tepatnya di Jalan Salak, Kelurahan/Kecamatan Taman.

Saat ditemui Antara, Helen membenarkan kabar tersebut dan memohon doa agar suaminya serta semua ABK lainnya segera ditemukan dalam keadaan selamat.

"Harapan sekaligus doa saya, juga mohon doanya kepada teman-teman Pak Diyut di seluruh Indonesia, semoga KRI Nanggala 402, Pak Diyut dan kru ABK semuanya cepat ditemukan selamat dan semuanya sehat," ujarnya, Kamis (22/4/2021).

Baca Juga: Kisah Helen, Suaminya di Dalam KRI Nanggala: WA Saya Centang Satu

Helen mengemukakan, kali terakhir kontak dengan suaminya pada Selasa (20/4/2021) sekitar pukul 22.00 WIB melalui aplikasi perpesanan WA.

Setelah itu, dia berniat membangunkan sahur sang suami. Namun, pesan WA hanya centang satu atau belum terkirim.

"Rabu dini hari mau bangunin sahur dengan kirim pesan WA sudah centang satu. Setelah itu, dapat kabar jika KRI Nanggala dilaporkan hilang," katanya.

Kepala MI Darul Ulum Kota Madiun itu juga mengatakan, sang suami sempat pulang ke Kota Madiun pada Kamis (14/4/2021) kemudian kembali ke Surabaya pada Minggu (18/4/2021) malam.

Pada saat itu, dia ikut mengantar Diyut ke terminal untuk kembali bertugas.

Baca Juga: Fakta-fakta Kapal Selam Nanggala yang Hilang Kontak di Perairan Bali

"Kemarin waktu mau layar itu cuma bilang, minta doanya, ya, Nda. Itu diucapkan berkali-kali oleh Pak Diyut sebelum berangkat dan tidak biasanya ia seperti itu," kata Helen.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait