facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bukan Kapal Baru, Ahli ITS: KMP Yunicee Kelihatan Tua dan Kurang Terawat

Muhammad Taufiq Kamis, 01 Juli 2021 | 07:47 WIB

Bukan Kapal Baru, Ahli ITS: KMP Yunicee Kelihatan Tua dan Kurang Terawat
Kecelakaan KMP Yunicee (@kalipuro24jam)

Dosen Teknil Perkapalan Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Ketut Aria Pria Utama memberi analisis penyebab tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali.

SuaraJatim.id - Dosen Teknil Perkapalan Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Ketut Aria Pria Utama memberi analisis penyebab tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali, Rabu (30/06/2021).

Menurut dia, usia kapal bisa menjadi salah satu penyebab kapal tenggelam. Namun demikian, perlu ada survei lebih lanjut terkait kondisi kapal tersebut. Menurut dia, rata-rata usia kapal feri di Indonesia 20 tahun.

Sementara di luar negeri hanya 10 tahun kemudian dijual. Tetapi jika dirawat dengan baik, kata Ketut, maka kapal bisa dioperasikan sampai 5 hingga 10 tahun ke depan.

"Kondisi kapal kelihatannya sudah tua dan kurang terawat. Usia kapal memberi pengaruh terhadap ketenggelamannya. Tentu perlu survei dari PT. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI)," kata Ketut, dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Jumat (01/07/2021).

Baca Juga: Sekeluarga Korban KMP Yunicee Tenggelam, Aurelia Selamat Tapi Bapak, Kakak dan Adik Hilang

"Sedangkan setahu saya KMP Yunicee ini pun bukan kapal baru karena dibeli dari Korea Selatan," kata Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) itu.

Ketut memaparkan jika dilihat dari foto, pintu rampa kapal sudah ditutup dengan kedap yang sesuai dengan standar.

"Kenapa kapal itu bisa tenggelam, hanya ada satu jawaban yakni air masuk. Hanya bagaimana caranya air masuk. Ada beberapa kemungkinan soal itu," ujar Vice President the Royal Institution of Naval Architects (RINA) Regional Asia itu.

Dia mencontohkan saat peristiwa kapal tenggelam salah satunya di Teluk Bone, Sulawesi, kapal tidak mengalami kebocoran tapi air masuk karena gelombang laut yang bedar melalui pintu rampa yang tidak kedap. Air tersebut pelan-pelan masuk karena keteledoran kru kapal sehingga ruang mesin dipenuhi air dan membuat kapal terbalik.

"Dari insiden kapal tenggelam ini kemungkinannya juga karena nakhoda tidak memperhatikan jika kapal sudah kandas. Ada di daerah yang tidak rata, mengenai kapal dan membuatnya robek lalu membuat air masuk," ujarnya.

Baca Juga: Ketua DPR Puan Maharani Minta Pencarian Korban KMP Yunicee Diteruskan

Selain itu, ada bukaan di KMP Yunicee. Bukaan tersebut dapat ditutup saat musim dingin. Sementara di Indonesia bukaan tersebut dibuka agar ada angin yang masuk daripada harus memasang AC yang ongkosnya mahal.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait