alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

11 Dosen UIN KHAS Jember Positif Terpapar Covid-19, Semuanya OTG

Muhammad Taufiq Jum'at, 02 Juli 2021 | 17:30 WIB

11 Dosen UIN KHAS Jember Positif Terpapar Covid-19, Semuanya OTG
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

Kasus Covid-19 ditemukan di Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember Jawa Timur. Sebanyak 11 dosen dikabarkan positif Covid.

SuaraJatim.id - Kasus Covid-19 ditemukan di Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember Jawa Timur. Sebanyak 11 dosen dikabarkan positif Covid.

Kabar ini disampaikan langsung Rektor UIN KHAS Babun Suharto. Menurut dia, sebelas dosen itu diketahui masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).

Sehingga, dia melanjutkan, mereka hanya wajib melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

"Ada 11 orang yang terpapar virus corona. Mereka semua dosen, bukan mahasiswa," kata Babun, dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com, Jumat (2/7/2021).

Baca Juga: Oknum Dosen Unej Tersangka Kasus Pencabulan Segera Disidangkan

Dengan diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 itu. Kata Babun, menjalani isoman. "Kategori OTG dan sudah menjalani isoman," ujarnya.

Ditanya terpapar virus Covid-19 dimana, Babun mengaku tidak tahu pasti. Pasalnya para dosen tersebut banyak melakukan aktivitas di dalam maupun di luar kampus.

"Kegiatannya banyak, kena (terpapar) dimana tidak tahu. Bisa banyak kemungkinan yang terjadi," Terangnya.

Sebagai langkah antisipasi di wilayah Kampus UIN KHAS, kata Babun, sudah banyak dilakukan. Seperti halnya dosen yang akan berkegiatan di kampus, wajib untuk melakukan Swab Tes Antigen terlebih dahulu. Yang pelaksanaan tes tersebut bisa dilakukan di Poliklinik UIN KHAS Jember.

Bahkan selain itu, lanjutnya, langkah antisipasi pihak kampus dengan menerapkan WFH juga dilakukan.

Baca Juga: PPKM Darurat, Peserta UTBK SBMPTBR Unej Wajib Tes Antigen

"Setiap hari di kampus, hanya 25 persen karyawan yang masuk kerja dalam kantor. Untuk dosen ataupun pegawai, bergiliran dan bergantian kerjanya," ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait